The Golden Ratio

Seperti bentuk seni lainnya, Aquascape mempunyai sejumlah aturan serta tuntutan di dalam pengaplikasiannya. Aturan-aturan ini ada untuk membimbing kita menuju kesuksesan dalam membuat sebuah Aquascape. Namun perlu diingat bahwa aturan-aturan tersebut ada hanya untuk membimbing kita bukan untuk membatasi kreatifitas kita karena tidak jarang seorang seniman yang terampil justru melanggar aturan-aturan tersebut untuk membuat sesuatu yang berbeda dan bukan tidak mungkin jika dilakukan dengan cara yang tepat akan menghasilkan sebuah karya yang luar biasa. Artinya Anda jangan melihat aturan-aturan tersebut sebagai sesuatu yang baku atau harga mati.

Artikel kali ini berbicara tentang dasar-dasar kompisisi dan desain pada Aquascape. Membahas aturan-aturan yang ada dalam Aquascape dan bagaimana caranya melanggar aturan-aturan dengan cara yang tepat untuk mendapatkan efek artistik yang Anda inginkan dalam Aquascape. Pertama yang akan dibahas adalah tentang konsep “The Golden Ratio” dan bagaimana cara menciptakan sebuah perspektif di dalam akuarium. Istilah “The Golden Ratio” sendiri memiliki arti yang sama dengan “The Rule of Thirds” (aturan pertiga bagian) dan kedua istilah tersebut sudah lama dikenal dalam dunia seni bentuk dan ruang.

“The Golden Ratio” sudah sejak lama diimplementasikan oleh orang-orang yunani kuno dan digunakan dalam segala bentuk seni selama ribuan tahun. “The Golden Ratio” memberikan panduan mengenai bagaimana mengatur komposisi ruang serta bidang di dalam sebuah karya seni. Hasil akhir yang diharapkan dari penerapan teori ini adalah sebuah karya seni yang menarik bagi mata manusia. Percaya atau tidak teori “The Golden Ratio” terbukti efektif, menarik serta nyaman bagi mata manusia pada umumnya.

the golden ratio
Contoh Aquascape Dengan Menerapkan “The Golden Ratio”

A. The Golden Ratio Dalam Aquascape

Bayangkan ada empat garis, dua garis horisontal dan dua garis vertikal berjalan melalui tangki Anda, membelah menjadi sembilan bagian yang sama. Setiap titik yang dihasilkan dari perpotongan garis-garis tersebut merupakan titik fokus dari “The Golde Ratio” dan merupakan tanda dimana Anda harus menempatkan komponen-komponen utama pada titik tersebut sebagai focal point. Komponen utama yang dimaksud bisa berupa batu, kayu ataupun tanaman.

Cara yang sama bisa dilakukan ketika mempertimbangkan perencanaan ketinggian tanaman atau ketinggian dari hardscape yang digunakan. Atur ketinggian tersebut, baik tanaman atau hardscape pada 1/3 atau 2/3 ketinggian akuarium. Percayalah, komposisi ini menarik bagi mata manusia dan tetap harus diingat bahwa Anda sudah mempertimbangkan bahwa tanaman Anda akan terus tumbuh sehingga akan mempengaruhi komposisi ketinggian yang sudah Anda atur. Apakah komposisi ketinggian 1/3 dan 2/3 itu setelah tanaman tumbuh optimal, ataupun pada saat setup Anda sudah menentukan tanaman harus 1/3 atau 2/3 tinggi akuarium. Tidak ada masalah dengan hal itu yang terpenting adalah Anda sudah mempunyai batasan yang jelas tentang ketinggian dari tanaman & hardscape di dalam akuarium.

Sekarang Anda sudah mengetahui komposisi ketinggian tanaman & hardscape yang menarik bagi mata manusia yaitu 1/3 ataupun 2/3 dari tinggi akuarium. Bayangkan jika Anda memilih hardscape yang tingginya sama dengan tinggi akuarium yaitu dengan komposisi 3/3 atau bahkan melebih tinggi akuarium dengan komposisi 4/3. Jelas Aquascape Anda tidak akan terlihat menarik jika pengaturan komposisi tersebut tidak dilakukan dengan cara yang tepat, itu adalah aturan dari komposisi ketinggian tanaman/hardscape yang akan membantu Anda menciptakan sebuah perspektif dalam Aquascape. Selain itu, “The Golden Ratio” sendiri digunakan pada Aquascape untuk membantu Anda dalam menentukan titik posisi yang tepat untuk dijadikan focal point (titik fokus).

The Golden Ratio
Grid dari “The Golden Ratio”

Perhatikan gambar berikut, garis merah merupakan garis dasar dan itulah garis “The Golden Ratio” yang akan membagi ruang akuarium Anda ke dalam 3 bagian baik secara horisontal ataupun vertikal. Jangan dulu terfokus pada garis biru dan hijau karena kedua garis tersebut bisa saja berubah sesuai layout yang sudah Anda rencanakan nantinya. Perlu diketahui, gambar diatas contoh dari layout Aquascape dengan bentuk segitiga (triangle) dan garis biru hijau itulah yang membentuknya sedangkan garis merah merupakan “The Golden Ratio” yang sudah menjadi dasar dalam membuat layout apapun baik itu segitiga ataupun yang lain.

Sudah dijelaskan di awal bahwa “The Golden Ratio” sendiri memiliki arti yang sama dengan “Rule of Thirds” (aturan pertiga bagian) oleh karena itu semua komposisi yang sudah dibahas diatas terdiri dari 3 bagian. Kenapa harus pertiga bagian? kenapa tidak 4 bagian, 5 bagian dan seterusnya? Saya ulangi kembali bahwa komposisi tersebutlah yang paling menarik bagi mata manusia pada umumnya. Komposisi melebihi pertiga bagian akan lebih kompleks serta rumit sehingga tidak semua orang bisa menikmati komposisi seperti itu. Komposisi pertiga bagian akan menciptakan perspektif sederhana yang mudah dicerna oleh manusia (tidak terlalu rumit) sehingga orang akan dengan mudah menikmati hasil karya Anda yang menggunakan komposisi seperti itu tanpa harus berimajinasi lebih jauh untuk memunculkan sebuah perspektif. Percayakah Anda, beberapa Aquascape yang cukup terkenal di bawah ini menerapkan konsep “The Golden Ratio”.

the golden ratio
Contoh Lain Dari Penerapan “The Golden Ratio”
the golden ratio
Contoh Lain Dari Penerapan “The Golden Ratio”

 

Melanggar Aturan

Anda dapat mengabaikan aturan dari “The Golden Ratio” dalam membuat sebuah Aquascape namun bagi pemula saya tetap menyarankan untuk menerpakan konsep “The Golden Ratio” sebagai dasar acuan agar memudahkan Anda dalam menciptakan sebuah perspektif serta menentukan letak focal point di dalam akuarium. Bagi Anda yang sudah ahli dalam seni bentuk dan ruang sudah pasti sering bermain-main dengan berbagai macam komposisi dan itulah yang dimaksud dengan melanggar aturan. Ingat! Aturan dalam seni itu ada untuk membimbing kita BUKAN untuk membatasi kreatifitas seseorang sehingga jika Anda ingin melanggar aturan lakukanlah dengan cara yang tepat. Buatlah komposisi diluar dari “The Golden Ratio” dan mintalah pendapat orang lain mengenai apa yang sudah Anda buat tersebut. Dalam beberapa kasus ketika ada yang menggunakan komposisi diluar itu dengan cara yang kurang tepat maka yang terjadi adalah Aquascape yang kaku, terkesan memaksa kita untuk menikmati itu semua. Oleh karena itu berhati-hatilah dalam bermain komposisi. Aquascape di bawah ini sebagai contoh dalam “melanggar aturan” dengan cara yang tepat.

the golden ratio
Jelas Ini Tidak Menggunakan Aturan Pertiga Bagian
the golden ratio
Jelas Ini Tidak Menggunakan Aturan Pertiga Bagian


Menciptakan Sebuah Perspektif

Untuk menciptakan sebuah perspektif dalam Aquascape Anda harus pintar berimajinasi. Berhubung saya kuliah di teknik dan dulu ada mata kuliah yang namanya “Gambar Teknik”. Saya rasa ilmu tersebut bisa diterapkan dalam Aquascape untuk menciptakan sebuah perspektif yang menarik. Di dalam ilmu tersebut kita dituntut untuk bisa membayangkan bentuk sebuah objek yang dilihat dari berbagai macam posisi, setelah itu kita harus bisa menuangkannya ke dalam sebuah gambar. Orang yang sudah menguasai ilmu ini biasanya dia akan dengan mudah menggambar sesuatu secara 3 dimensi. Sayangnya saya termasuk orang yang mengerti ilmu itu namun tidak menguasainya…haha.

the golden ratio
(Tampak Atas) Tata Letak Hardscape

Perhatikan gambar di atas! Sudah diperhatikan? Kalau sudah, saya akhiri dulu artikel ini karna saya cape! haha tenang broww masih tetap dilanjut… Jangan terlalu serius baca artikel ini…wkwk, kembali ke pembahasan.Gambar tersebut adalah gambar tampak atas dari sebuah akuarium, dari sini Anda harus mulai membayangkan. Poin penting yang dapat diambil dari gambar tersebut adalah jangan menempatkan hardscape baik itu batu atau kayu sejajar secara horisontal. Aquascape Anda akan tampak datar (flat) dan terkesan dua dimensi. Sebarlah hardscape dengan menempatkannya pada beberapa titik berbeda di dalam akuarium. Warna kuning pada gambar adalah bagian depan akuarium dan warna hijau tua adalah bagian belakang akuarium.

Agar menciptakan perspektif 3 dimensi Anda perlu bermain dengan komposisi ukuran hardscape. Hardscape yang paling besar sudah pasti ditempatkan di bagian belakang (warna hijau tua) dan semakin ke depan ukuran hardscape semakin kecil (warna kuning). Ini adalah teknik dasar dalam bermain komposisi hardscape di dalam akurium untuk memudahkan Anda menciptakan sebuah perspektif. Anda bisa saja “melanggar aturan” tersebut namun tentunya dengan cara yang tepat agar Aquascape Anda tetap bisa dinikmati. Hal penting lain adalah Anda perlu menempatkan tanaman di beberapa celah antara hardscape yang satu dengan yang lain. Tanaman akan melunakkan suasana kaku yang dibentuk oleh bebatuan ataupun kayu.

Beberapa Macam Layout Aquascape

  1. Bentuk “U” (The U-Shape) : Ciri dari layout ini adalah terdapat ruang kosong di bagian tengah yang biasa disebut “Open Space”. Sedangkan bagian sisi kiri dan kanan diisi oleh tanaman ataupun hardscape. Komposisi antara sisi kiri dan kanan cenderung sama artinya tanaman serta hardscape yang digunakan di sisi kiri sama jenisnya dan sama banyaknya dengan sisi kanan. Layout seperti ini masih menerapkan konsep “The Golden Ratio” yaitu membagi ruang di dalam akuarium ke dalam 3 bagian. Dalam hal ini bagian sisi kiri dan kanan memiliki komposisi yang seimbang sedangkan bagian tengah dikosongkan. Langkah selanjutnya adalah Anda perlu menentukan terlebih dahulu tanaman seperti apa yang akan ditempatkan di sisi kiri dan kanan. Anda perlu mempertimbangkan faktor pertumbuhan dari tanaman tersebut. Pertumbuhan maksimal dari tanaman perlu disesuaikan dengan ukuran akurium dalam hal ini tinggi akuarium. Selain itu pertumbuhan tanaman yang cepat mengharuskan Anda sering melakukan pemangkasan untuk tetap menjaga layout. Salah satu tanaman yang cocok untuk layout ini adalah spesies Cryptocoryne yang berukuran kecil diantaranya Cryptocoryne Parva.

    the golden ratio
    U-Shape Tampak Depan
    the golden ratio
    U-Shape Tampak Atas
  2. Bentuk Segitiga (The Triangle) : Komposisi layout jenis ini lebih memanfaatkan sudut sebuah ruangan dalam hal ini akuarium. Tanaman/hardscape ditempatkan di salah satu sisi dekat dengan dinding kaca. Tanaman/hardscape semakin mengecil ukurannya ketika menjauh dari arah dinding kaca. Layout seperti ini akan memunculkan perspektif tanaman yang merambat dari ruangan sebelah (diluar akuarium) bergerak menembus ke dalam akuarium Anda. Meskipun terlihat sederhana, tata letak seperti ini perlu pertimbangan yang cermat. Hal utama yang harus diperhitungkan adalah ruang terbuka (Open Space). Konsep “The Golden Ratio” lagi-lagi digunakan dalam hal ini, beri porsi 2/3 untuk tanaman serta hardscape di dalam akuarium dan sisanya yaitu 1/3 gunakan untuk ruang terbuka (Open Space) di dalam akuarium. Lihat contoh gambar di bawah ini.

    the golden ratio
    Triangle (Tampak Depan)
    the golden ratio
    Triangle (Tampak Atas)
  3. Sebuah Pulau (The Island) : Ini adalah tata letak yang paling umum digunakan, terutama oleh para Aquascapers yang memilik akuarium besar. Tata letak seperti ini cukup sederhana yaitu Anda menempatkan titik fokus di bagian tengah. Hardscape serta tanaman di pusatkan pada bagian tengah akuarium dan semakin mengecil ke bagian sisi kanan dan kiri. Pada dasarnya layout ini menggunakan konsep Triangle namun dengan cara yang lebih dinams. Tanaman batang (Stem Plants) yang sering digunakan pada layout seperti ini. Perlu diingat bahwa meskipun titik fokus berada di bagian tengah akuarium namun jangan menggunakan salah satu komponen secara lebih dominan. Artinya Anda lebih baik menyeimbangkan komposisi antara tanaman serta hardscape yang ditempatkan di bagian tengah akuarium.

    the golden ratio
    Island (Tampak Depan)
    the golden ratio
    Island (Tampak Atas)

Source : TheGreenMachineOnline

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *