Siklus Pencahayaan Siesta

Mungkin sudah saatnya saya coba membahas sedikit demi sedikit tentang pencahayaan Aquascape. Perlu Anda tahu bahwa pembahasaan mengenai pencahayaan Aquascape ini sangatlah kompleks dan luas selain itu masih banyak sumber yang berbeda pandangan tentang teknik pencahayaan yang “benar” dalam Aquascape.

Meskipun begitu kita harus terus mencari informasi yang paling mendekati “benar” di antara banyaknya informasi tersebut, dalam hal ini kondisi dan lingkungan terbaik bagi kehidupan tanaman adalah di alam bebas karena langsung mendapatkan penanganan dari yang maha kuasa, yang maha tahu segalanya…hehe

Pasti diantara kalian sudah sering mendengar metode “siesta” dan mungkin sudah banyak juga diantara kalian yang menerapkan metode ini dalam pencahayaan Aquascape. Metode “siesta” ini sebetulnya sudah lama didengungkan, saya sendiri kurang tahu tepatnya kapan dan siapa pencetus metode ini tapi yang pasti pada tahun 2009 metode ini sudah cukup dikenal di kalangan scapers.

Apa itu “Siesta”?

"siesta"
Jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia, “siesta” berasal dari bahasa inggris yang berarti tidur siang! nah loh terus apa hubungannya dengan pencahayaan Aquascape? tenang, disini saya akan menjelaskannya sejauh yang saya tahu sehingga jika teman-teman punya informasi lain tentang hal ini mohon di share juga.

Metode “siesta” (tidur siang) adalah sebuah metode yang membagi waktu pencahayaan ke dalam 2 periode dalam kurun waktu 24 jam. Idealnya, lamanya pencahayaan yang baik untuk tanaman adalah 8-10 jam. Dari mana saya tahu? Saya hanya mengamati dan memperhatikan cara kerja matahari, coba lihat matahari ketika menyinari bumi ini dalam kurun waktu berapa jam/hari? Karena seperti yang sudah saya jelaskan bahwa kondisi terbaik untuk kehidupan tanaman adalah di alam bebas yang secara utuh kebutuhan pencahayaannya berasal dari sinar matahari.

Dalam “siesta”, lamanya pencahayaan menjadi bervariatif yaitu antara 8,10 hingga 12 jam dan dalam metode ini ada waktu jeda antara periode pertama dan kedua. Matahari tidak begitu, matahari menyinari bumi tanpa kenal istirahat/jeda yaitu dari mulai terbit di pagi hari hingga terbenam di sore hari.

Jika kita asumsikan pencahayaan matahari hanya 1 periode tanpa putus (tanpa jeda) setiap harinya maka pada metode “siesta” ini pencahayaan di bagi menjadi 2 periode, yaitu 1 periode utuh tadi dibagi menjadi 2. Berikut beberapa contoh dari metode pencahayaan “siesta”.

Contoh :

  • Jam 07:00-11:00 pagi lampu On, Jam 11:00-15:00 lampu Off.
    Jam 15:00-21:00 lampu On, Jam 21:00-07:00 lampu Off dan begitu siklus pencahayaan setiap harinya.
    (Total pencahayaan/hari = 10 Jam, Total Jeda = 14 Jam).
  • Contoh lain, siklus pencahayaan yang saya terapkan waktu dulu.
    Jam 05:00-08:00 pagi lampu On, Jam 08:00-17:00 lampu Off.
    Jam 17:00-22:00 lampu On, Jam 22:00-05:00 lampu Off dan begitu siklus pencahayaan setiap harinya. (Total pencahayaan/hari = 8 Jam, Total Jeda = 16 Jam).

Itu adalah contoh dari penerapan metode “siesta” dan lamanya pencahayaan bisa saja bervariatif antara 8,10 dan 12 jam seperti yang Anda lihat pada contoh di atas namun persamaannya adalah siklus pencahayaan menjadi 2 periode dalam satu hari (24 jam) tidak lagi 1 periode seperti hal nya sinar matahari menghidupi tanaman.

Tidak main-main, metode ini mendapatkan pembenaran dari orang-orang yang cukup dikenal di dunia Aquascape salah satu nya “Peter Hiscock” lewat bukunya “Encyclopedia of Aquarium Plants” dan ada beberapa dari pihak Dennerlle yang merekomendasikan metode ini. Mungkin Anda bertanya-tanya apa tujuan atau manfaat dari metode “siesta” ini. Lanjut baca ke bawah…

Perlu Diluruskan

Tujuan dari metode “siesta” menurut “Peter Hiscock” adalah untuk melawan pertumbuhan algae, dalam hal ini di klaim bahwa metode ini dapat memicu fotosintesis tanaman lebih cepat lagi sehingga menekan pertumbuhan algae dengan tidak memberinya kesempatan berfotosintesis.

Pernyataan tersebut mendapatkan banyak pertentangan karena tidak disertakan data-data mengenai kecepatan fotosintesis tanaman yang dimaksud. Jika di klaim bahwa tanaman akan lebih cepat berfotosintesis dengan metode “siesta” maka mereka yang kritis dalam hal ini perlu pembuktian berupa data valid dan sampai saat ini belum bisa dibuktikan dengan data yang valid.

Hingga kemudian muncul beberapa klarifikasi yang mencoba meluruskan kesalah-pahaman selama ini tentang metode “siesta”. Salah satunya datang dari “Diana Walstad” salah satu pengarang buku di bidang Aquascape mengatakan bahwa tujuan utama dari metode “siesta” ini bukanlah untuk memerangi/menekan algae.

Tujuan dan beberapa keuntungan dari metode “siesta” ini adalah meningkatkan kadar CO2 terlarut selama waktu jeda antara periode 1 dan periode 2 pencahayaan. Dengan metode ini diharapkan ketersediaan CO2 terlarut di dalam tank selalu tercukupi karena secara teori tanaman akan mulai berfotosintesis ketika ada cahaya. Ketika periode jeda, maka cahaya dimatikan dan proses fotosintesis tidak berjalan sehingga diharapkan pada kondisi seperti itu CO2 dapat terakumulasi dan memenuhi kebutuhan fotosintesis tanaman di periode pencahayaan selanjutnya. Ngerti gak bro?

Jadi dalam hal ini menurut saya sah-sah aja bagi Anda yang ingin menerapkan metode “siesta” namun jika yang Anda pahami “siesta” untuk melawan algae maka pemahaman Anda perlu di rubah dengan pemahaman baru yang sudah saya jelaskan di atas.

Seperti yang saya alami pun sama yaitu algae tetap tumbuh ketika saya menerapkan metode ini. Sekali lagi saya tekankan bahwa kondisi terbaik bagi pertumbuhan tanaman adalah menyerupai kondisi aslinya di alam bebas dan ketika Anda dapat meniru kondisi itu di dalam akuarium secara keseluruhan termasuk pencahayaan maka saya yakin tanaman Anda akan tumbuh dengan baik.

Jika Anda dapat memastikan ketersediaan CO2 di dalam tangki selalu tercukupi maka sudah tidak perlu lagi menerapkan metode “siesta”. Perlu diketahui bahwa metode “siesta” ini akan efektif jika Anda menggunakan alat bantu berupa timer 😀 agar siklus pencahayaan sesuai seperti yang Anda rencanakan setiap harinya.

4 thoughts on “Siklus Pencahayaan Siesta

  1. mang anggri ulah ditutup/dijual atuh situsnya..
    mang anggri udah byk membantu aquascapers indonesia… sayang bgt mang..
    saya yakin silent reader aquascapers masih btuh penjelasan dari mang anggri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *