Profil Serta Cara Memelihara Udang Amano (Amano Shrimp)

Udang Amano adalah spesies udang hias air tawar yang sangat populer dan bisa didapatkan dengan mudah dalam arti sudah banyak yang menjualnya termasuk di dalam negeri. Istilah lain untuk udang Amano ini adalah Caridina multidentata, Caridina japonica, Algae Eating Shrimp, Swamp Shrimp, Yamato Shrimp, Japonica Amano Shrimp, Yamato Numa Ebi, Japanese Marsh Shrimp, dan Japanese Swamp Shrimp. Udang ini di populerkan oleh Takashi Amano dan itulah salah satunya yang membuat udang ini cukup terkenal terutama di kalangan pecinta Aquascape. Udang Amano juga sering difungsikan sebagai pemakan algae yang handal sehingga cocok untuk dijadikan sebagai algae eaters di dalam tank Anda.

Udang Amano

Ukuran

Ukuran panjang maksimal dari udang Amano bisa mencapai 2 inchi atau bahkan lebih, namun biasanya di toko-toko atau ditempat penjualannya udang ini diperjual-belikan dengan ukuran sekitar 1 inchi atau kurang. Membeli udang Amano berukuran kecil adalah keputusan yang tepat karena Anda akan menyaksikan pertumbuhan udang ini di dalam tank Anda hingga cukup dewasa. Udang Amano dapat tumbuh dengan cepat pada kondisi air yang baik.

Warna

Warna udang Amano umumnya adalah abu-abu transparan dan kadang memiliki sedikit warna hijau namun yang mendominasi tetap warna abu-abu. Karakteristik warna udang ini juga mencakup sebuah pola titik-titik di tubuhnya yang padat dan saling terhubung satu sama lain. Ciri lain dari udang Amano adalah bermata besar dilengkapi dengan antena di kepala, kaki-kaki yang panjang serta memiliki garis sempit di sepanjang tubuh mereka.

Udang Amano

Perawatan dan Umur Udang Amano

Perawatan udang Amano tidaklah sulit kecuali Anda bermaksud ingin mengembang biakkannya. Udang Amano biasanya hidup dalam kelompok kecil sehingga Anda perlu membeli beberapa udang ini sekaligus untuk di tempatkan dalam satu akuarium. Mereka akan selalu merasa aman di tempat-tempat terbuka dan kadang menjelajahi celah-celah yang sempit di dalam akuarium. Udang ini akan sangat cocok ditempatkan pada sebuah Aquascape karena mereka akan sangat menyukai kehadiran tanaman di dalam akuarium serta hidup di perairan tropis sehingga cocok dengan iklim Indonesia.

  • Suhu Air : 22- 26 oC
  • pH : 7.2 – 7.5
  • Pencahayaan : Moderate

Udang Amano sepertinya menyukai parameter air yang sedikit keras serta arus pada air dan Anda bisa menggunakan output dari filter untuk menciptakan sebuah arus yang lembut. Informasi lain mengatakan bahwa udang ini cukup sensitif terhadap kadar nitrat yang tinggi serta kandungan tembaga dalam air.

Umur udang ini bisa mencapai 2 atau 3 tahun tapi tidak jarang udang ini mati ketika pertama kali dipindahkan dalam akuarium, hal itu bisa disebabkan oleh tingkat stress yang mereka alami karena masa peralihan lingkungan dan juga kondisi air yang baru. Ketika udang ini mati, warnanya akan berubah menjadi orange cerah dan udang jenis lain atau bahkan keong akan memakan sisa-sisa tubung udang Amano yang telah mati tetapi disarankan Anda segera membuang udang yang mati di dalam akuarium karena itu akan meningkatkan unsur amonia di dalam tank.

Udang Amano

Habitat dan Lingkungan Hidup

Udang Amano dapat di simpan di hampir semua ukuran akuarium selama jumlah ikan dan jumlah udang Amano yang Anda gunakan seimbang. Habitat alami dari udang Amano adalah sebuah lingkungan yang dilengkapi dengan tanaman serta beberapa media yang bisa mereka gunakan untuk mendaki seperti batu ataupun kayu. Mereka cukup rajin mengekplorasi setiap bagian akuarium dan berpindah dari tanaman yang satu ke tanaman yang lain. Perhatikan penggunaan udang ini dalam hal jumlah karena seperti mahluk lainnya di dalam akuarium, udang Amano juga menghasilkan limbah atau kotoran yang bisa mempengaruhi kondisi air.

Udang Amano

Pakan

Untungnya udang jenis ini tidak terlalu sulit dalam hal makanan dan mereka secara alami akan memakan ganggang/algae di dalam tank. Udang Amano memiliki reputasi yang cukup baik dalam hal memakan algae dan membantu Anda mengatasi permasalah algae di dalam akuarium. Selain algae, udang Amano juga akan memakan beberapa sumber makanan yang terbentuk secara alami di dalam akuarium terutama akurium yang ditumbuhi tanaman. Tanaman hidup di dalam akuarium akan menjadi salah satu sumber penghasil makanan bagi udang Amano bahkan mereka akan memakan tanaman yang mati.

Algae Wafer (Wafer Ganggang)
Algae Wafer (Wafer Ganggang)

Jika Anda bermaksud ingin menyediakan sumber makanan lain untuk udang ini maka Anda bisa mencoba pelet udang, pelet ikan, serpih pakan ikan, wafer ganggang, dan sumber organik sayuran seperti bayam. Pakan ikan dalam bentuk serpihan ataupun wafer ganggang bisa langsung Anda masukkan ke dalam akuarium atau pun ditumbuk terlebih dahulu hingga halus. Pemberian pakan untuk udang Amano harus disesuaikan dengan kemampuan mereka menghabiskan makanan, usahakan mereka mampu menghabiskan semua pakan yang Anda beri dalam satu waktu sehingga tidak ada pakan yang tersisa. Udang Amano juga termasuk spesies pemakan bangkai baik itu bangkai ikan, siput, ataupun bangkai tanaman. Meskipun seharusnya Anda segera membuang bangkai-bangkai tersebut untuk menghindari lonjakan amonia di dalam akuarium.

Sebagai Pemakan Algae

Udang Amano dikenal sebagai spesies algae eaters terutama oleh mereka para penghobi Aquascape, udang ini akan memakan algae yang lembut dan dapat membantu Anda untuk mengendalikan populasi Algae di dalam akuarium. Tetapi perlu diingat bahwa penggunaan udang ini bukanlah solusi utama dalam mengatasi permasalahan algae. Dengan menambahkan setengah lusin udang ini pun bukanlah solusi tepat dan menjamin bahwa algae akan hilang dari akuarium Anda. Cara terbaik mengatasi permasalahan algae adalah mencari penyebab utamanya dan pengendalian dilakukan sejak dini termasuk pencegahan.

Ditambah sebetulnya udang Amano tidak akan memakan semua jenis algae termasuk algae spot hijau yang cukup keras, mereka biasanya tidak akan tertarik untuk memakan algae tersebut. Sehingga jangan jadikan udang Amano atau spesies algae eaters lainnya sebagai solusi utama dalam mengatasi permasalahan algae, jangan berharap penuh pada penggunaan algae eaters karena Anda tidak akan berhasil.

Pergantian Kulit/Cangkang

Pergantian cangkang terjadi ketika tumbuh sel cangkang baru dan cangkang yang ditinggalkan terlihat seperti rumah tak berpenghuni yang tampak kosong, banyak para pemula mengira bahwa udang mereka telah mati. Pergantian cangkang ini biasanya terjadi sekali setiap 5-6 minggu. Sesaat setelah pergantian cangkang biasanya udang Amano akan merasa rentan dan menyembunyikan dirinya di celah-celah sampai cangkang barunya tersebut tumbuh dengan baik. Pergantian cangkang ini biasa disebut “molting” dan tidak jarang mereka memakan sebagian cangkang kosong yang mereka tinggalkan, hal itu dilakukan untuk menelan kembali mineral yang terkandung dalam cangkang kosong sebagai bekal persiapan untuk siklus molting beriktunya. Sehingga ketika pergantian cangkang terjadi, jangan membuang cangkang kosong untuk 1-2 hari.

Udang Amano
Cangkang Kosong Udang Amano

Tank Mates Untuk Udang Amano

Tank Mates adalah pasangan hidup di dalam akurium dari spesies yang berbeda dan Anda harus berhati-hati dalam memilih tank mates untuk udang Amano. Pasangan hidup yang cocok bukanlah merupakan ikan yang agresif seperti ikan mas, spesies cichilds ataupun lobster karena udang Amano akan menjadi mangsa dan dimakan oleh spesies ikan tersebut.

Tank mates yang cocok untuk udang Amano adalah ikan non-agresif yang berukuran tidak terlalu besar seperti otocinclus, corydoras, siput/keong, tetra, guppy, cardinal, rasbora, atau sepesies udang hias lainnya yang memiliki ukuran tidak jauh berbeda dengan udang Amano seperti red cherry shrimp.

One thought on “Profil Serta Cara Memelihara Udang Amano (Amano Shrimp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *