Peran Nutrisi Bagi Tanaman

Sebelumnya saya sudah pernah membuat artikel mengenai Nutrisi Untuk Tanaman Aquascape secara umum. Namun ternyata setelah saya tinjau artikel tersebut kurang spesifik dan saya merasa perlu membuat artikel lanjutan mengenai nutrisi hubungannya dengan tanaman. Kali ini saya akan membahas lebih detail mengenai peran nutrisi bagi tanaman. Peran nutrisi bagi tanaman maksudnya adalah fungsi nutrisi tersebut untuk tanaman.

Pasti Anda sendiri sering mendengar istilah “NPK” atau “pupuk NPK”, dan istilah NPK sendiri diambil dari beberapa unsur penting yang memiliki peran utama dalam pertumbuhan tanaman yaitu Nitrogen (N), Phospat (P) dan Kalium (K). Oleh karena itu saya kira artikel ini akan bermanfaat bukan hanya bagi Anda yang sedang menggeluti hobi Aquascape tapi secara lebih luas bagi Anda yang senang berkebun. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini….

Peran Nutrisi Bagi Tanaman
Photo Credit to http://phasm.co.uk

A. Nutrisi Makro

1. Kalium (K)

  • Fungsi : Kalium berfungsi dan digunakan oleh tanaman terutama ketika proses photosintesis yaitu itu untuk mengangkut hasil asimilasi enzim dan mineral termasuk air. Selain itu, kalium berfungsi untuk meningkatkan kekebalan tanaman agar tahan terhadap berbagai penyakit.
  • Gejala : Gejala kekurangan unsur (K) pada tanaman adalah batang dan daun menjadi lemas atau layu, daun berubah warna dari warna alaminya menjadi warna hijau gelap, ujung daun menguning dan timbul bercak coklat pada pucuk daun.

2. Kalsium (Ca)

  • Fungsi : Berperan penting dalam pertumbuhan sel, memperkuat jaringan sel dan merawat dinding sel. Berperan penting pada pertumbuhan akar dan berperan penting dalam proses pembelahan sel serta mengatur hasil distribusi proses photosintesis.
  • Gejala : Gejala kekurangan unsur (Ca) pada tanaman adalah terjadi perubahan bentuk daun mulai dari mengeriting, mengecil sampai dengan rontok. Kalsium menyebabkan tanaman tinggi tetapi tidak kekar.  Pembentukan dan pertumbuhan akar terganggu, dan menghambat penyerapan unsur hara. Karena berefek langsung pada titik tumbuh maka kekurangan unsur ini menyebabkan produksi bunga terhambat. Bunga gugur juga efek kekurangan dari unsur kalsium.

3. Magnesium (Mg)

  • Fungsi : Berperan dalam proses transportasi enzim, magnesium merupakan komponen inti dalam pembentukan klorofil (zat hijau daun) serta enzim. Selain itu berperan juga dalam proses sintesis protein.
  • Gejala : Gejala kekurangan unsur (Mg) pada tanaman adalah terbentuknya sel-sel berukuran besar tetapi encer, jaringan/struktur tanaman menjadi lemah dan jarak antara ruas semakin lebar. Ciri-ciri lainnya persis seperti gejala etiolasi yaitu kekurangan cahaya pada tanaman mulai dari munculnya bercak-bercak kuning di permukaan daun tua, hal ini terjadi karena unsur magnesium berpindah pada daun muda.

4. Nitrogen (N)

  • Fungsi : Berperan dalam merangsang pertumbuhan tanaman secara keseluruhan, berfungsi dalam proses sintesis klorofil, asam amino dan protein. Merangsang pertumbuhan vegetatif seperti batang dan daun tanaman.
  • Gejala : Gejala kekurangan unsur (N) pada tanaman adalah pertumbuhan tanaman lambat, tanaman kerdil, daun hijau kekuningan, daun menyempit, daun memendek serta daun tua cepat menguning akhirnya mati.

5. Phospat (P)

  • Fungsi : Berperan dalam proses pengangkutan energi hasil metabolisme, merangsang pembungaan dan pembuahan, merangsang pertumbuhan akar, merangsang pembentukan biji serta merangsang pembelahan sel tanaman dan memperbesar jaringan sel.
  • Gejala : Gejala kekurangan unsur (P) pada tanaman adalah pembentukan buah dan biji berkurang, tanaman kerdil, daun menjadi berwarna keunguan atau kemerahan.

6. Sulfur (S)/Belerang

  • Fungsi : Berperan dalam pembentukan asam amino sistin, sistein dan metionin. Berfungsi sebagai aktivator atau regulator enzim dan berperan dalam proses fisiologi tanaman.
  • Gejala : Gejala kekurangan unsur (Mg) pada tanaman adalah menyebabkan terjadinya klorosis seperti tanaman kekurangan unsur nitrogen. Menekan pertumbuhan tunas dibandingkan dengan pertumbuhan akar. Pada daun muda, warna daun menguning (penurunan kandungan klorofil pada daun merupakan gejala khas pada tanaman). Terakhir, terhambatnya proses sintesis protein yang berkorelasi dengan unsur (N) dan nitrat organik terlarut.

 

A. Nutrisi Mikro

1. Boron (B)

  • Fungsi : Berperan dalam pembentukan dinding sel, pembentukan buah serta pembentukan titik tumbuh.
  • Gejala : Gejala kekurangan unsur (K) pada tanaman adalah daun mengering dan kurus. Ujung daun menjadi coklat, apabila pada temperatur tinggi dan tanaman kekurangan unsur (B) maka kelopak bunga bisa saja pecah. Pertumbuhan tanaman terganggu, tanaman kerdil dengan ruas-ruas yang pendek dan juga ditandai dengan berhentinya pertumbuhan. Batang dari tanaman menjadi kaku dan pecah-pecah.

2. Cobalt (Co)

  • Fungsi : Berperan pada fiksasi nitrogen dalam penyerapan unsur (N). Unsur cobalt dapat digantikan perannya dengan Natrium (Na) dan Molibdenum (mo)

3. Iron (Fe)/Besi

  • Fungsi : Berperan dalam pembentukan klorofil, berperan pada proses-proses fisiologis tanaman seperti proses pernapasan. Sebagai aktifator dalam proses biokimia dan membentuk enzim.
  • Gejala : Gejala kekurangan unsur (K) pada tanaman adalah gejala klorosis ditandai dengan daun yang menguning atau nerkosa. Daun muda tampak putih karena kekurangan klorofil selain itu kekurangan unsur ini akan mengakibatkan kerusakan pada akar.

4. Klorida (Cl)

  • Fungsi : Berperan dalam proses Photosintesis serta mengatur tekanan osmosis di dalam sel tanaman.
  • Gejala : Gejala kekurangan unsur (K) pada tanaman adalah pertumbuhan akar yang terganggu, daun menjadi layu serta menguning.

5. Mangan (Mn)

  • Fungsi : Berfungsi dalam pembelahan sel dan digunakan dalam proses pernapasan serta photosintesis.
  • Gejala : Gejala kekurangan unsur (K) pada tanaman adalah daun tampak berwarna gelap, perkembangan kuncup akan mengalami kegagalan serta perumbuhan tanaman terhambat.

6. Molibdenum (Mo)

  • Fungsi : Berperan sebagai pengikat nitorgen bebas di udara untuk pembentukan protein. Menjadi komponen penting pembentuk enzim pada bakteri bintil akar tanaman.
  • Gejala : Gejala kekurangan unsur (K) pada tanaman adalah daun keriput dan melengkung. Muncul bintik-bintik kuning di setiap lembaran daun dan akhirnya mati sehingga pertumbuhan tanaman terhenti.

7. Natrium (Na)

  • Fungsi : Berperan menjaga keseimbangan ion pada regulasi energi untuk membuka dan menutup stomata.

8. Nikel (Ni)

  • Fungsi : Sebagai aktifator urease (enzim yang berperan dalam metbolisme nitrogen untuk proses perombakan urea). Perannya dapat digantikan oleh unsur Seng (Zn) dan Besi (Fe)

9. Zink (Zn)/Seng

  • Fungsi : Berperan sebagai katalisator dalam pembentukan protein dan mengatur pembentukan asam yang berfungsi sebagai zat pengatur tumbuh tanaman.
  • Gejala : Gejala kekurangan unsur (K) pada tanaman dapat menyebabkan klorosis, ruas pada bagian pucuk lebih pendek, pembentukan buah terhambat atau bahkan tanaman tidak dapat berbuah sama sekali. Muncul warna kekuningan diantara tulang daun kemudian diikuti kematian pada jaringan daun. Ukuran daun menjadi lebih kecil serta menyempit.

10. Silikon (Si)

  • Gejala : Silikon akan tersimpan di dalam dinding sel yang mengakibatkan sifat mekanis sel menjadi kaku atau justru elastis.

11. Cuprum (Cu)/Tembaga

  • Fungsi : Berperan sebagai aktifator enzim dalam proses penyimpanan cadangan makanan. Sebagai katalisator dalam proses pernapasan dan perombakan karbohidrat. Salah satu elemen dalam proses pembentukan vitamin A dan secara tidak langsung berperan dalam pembentukan klorofil.
  • Gejala : Gejala kekurangan unsur (K) pada tanaman adalah daun berwarna hijau kebiruan, tunas daun menguncup dan tumbuh kerdil serta pertumbuhan bunga terhambat.

Itulah penjelasan mengenai peran nutrisi bagi tanaman yang lebih spesifik. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua.

 

Pustaka :

  • Lahuddin, M. 2007. Aspek Unsur Mikro dalam Kesuburan Tanah. Medan: USU
  • Notohadiprawiro, T. 1990. Farming Acid Mineral Soils for Food Crops : an Indonesian Experience. Dalam : E. T. Craswell and E. Pusparajah (eds). Management of Acid Soils in the Humid Tropics of Asia. ACIAR. Monograph. No. 13: 62- 68.
  • Widjaja – Adhi, IP.G. 1996. Penggunaan uji tanah dan analisa daun sebagai dasar rekomendasi pemupukan. Dalam Pelatihan Optimalisasi Pemupukan Proyek Pembinaan Kelembagaan Litbang Pertanian bekerjasama dengan Faperta IPB, Bogor, 19-31 Januari 1996

One thought on “Peran Nutrisi Bagi Tanaman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *