Penyebab Munculnya Algae

Salah satu masalah yang sering dialami para Aquascapers adalah algae dan sampai saat ini sudah menjadi permasalahan umum yang cukup menganggu. Ada banyak sekali jenis algae yang dapat tumbuh di dalam akuarium dan kali ini saya hanya akan menjelaskan mengenai penyebab munculnya algae (ganggang) di dalam akuarium secara umum.

Baca juga : “Peran Bakteri di Dalam Aquascape”

Tidak seperti bakteri yang kehadirannya masih dapat memberikan manfaat, kehadiran algae justru lebih bersifat mengganggu meskipun mungkin ada beberapa manfaat yang ditimbulkan seperti menyediakan bahan makanan tambahan untuk hewan di dalam akuarium 🙂 

penyebab munculnya algae

Penyebab Munculnya Algae di Dalam Akuarium

Lebih tepatnya adalah penyebab munculnya algae dalam Aquascape karena untuk akuarium ikan hias biasanya sangat kecil sekali kemungkinan tumbuhnya algae terkecuali akuarium tersebut benar-benar tidak terawat. Dalam aquascape, kemungkinan munculnya algae sangatlah besar karena peran tanaman itu sendiri.

Beberapa penyebab munculnya algae dalam Aquascape adalah :

1. CO2 Berlebih

Gas karbon dioksida yang kita tambahkan secara artifisial ke dalam akuarium dapat menjadi pemicu tumbuhnya Algae. Hal ini terjadi ketika banyak CO2 terlarut yang tidak dimanfaatkan oleh tanaman untuk berfotosintesis. CO2 berlebih tersebut akhirnya dimanfaatkan oleh algae untuk hidup dan berkembang.

Pada dasarnya, algae adalah mahluk hidup yang mudah sekali tumbuh di berbagai kondisi bahkan di kondisi yang kita anggap tidak mungkin sekalipun mahluk ini akan tetap tumbuh. Ketika Anda tidak mampu mejaga keseimbangan unsur-unsur atau zat di dalam Aquascape maka kemungkinan munculnya algae sangatlah besar.

Solusi : Oleh karena itu, ketika ada indikasi atau tanda-tanda munculnya algae, salah satu solusi adalah dengan mengurangi asupan CO2 untuk sementara. Kemunculan algae sekaligus pertanda bagi Anda bahwa tanaman yang Anda pelihara tidak mengkonsumsi gas CO2 sebanyak itu.

2. Nutrisi Berlebih

Kelebihan nutrisi dalam Aquascape masih merupakan bentuk ketidak seimbangan di dalam akuarium dan ini menjadi salah satu faktor penyebab munculnya algae. Senyawa nitrogen dan fosfor lah yang memiliki peran utama atau bisa dikatakan pemasok utama kebutuhan alga.

Kedua unsur ini biasanya sudah terkandung secara alami di dalam substrate terutama soil. Ketika tanaman yang Anda pelihara tidak mampu menyerap nutrisi dengan baik melalui sistem perakaran terutama unsur nitrogen dan fosfor maka akan diambil alih oleh algae dalam menyerap unsur-unsur tersebut.

Fenomena ini biasa terjadi pada saat masa-masa awal penanaman dimana tanaman belum mampu membangun sistem perakaran yang baik. Akar tanaman baru akan terbentuk dengan baik dan mengikat substrate dalam kurun waktu 45 hari. Sebelum masa-masa itu, nitrogen dan fosfor sudah terlebih dahulu dirilis oleh substrate ke dalam air karena tidak mampu diserap dengan baik oleh akar. Pada akhirnya kedua senyawa tersebut di manfaatkan oleh algae untuk tumbuh dan berkembang.

Ketika tanaman air mampu menyerap nutrisi 100%, maka kemungkinan munculnya algae di dalam tank sangatlah kecil. Contoh kasus, Buatlah 2 tank Aquascape, tank 1 diisi dengan HC Cuba dan tank 2 diisi dengan Glosso. Semua parameter disetarakan baik itu CO2, pencahayaan, substrate serta nutrisi. Anda akan menemukan bahwa algae akan muncul lebih cepat pada tank HC Cuba.

Hal ini terjadi karena tingkat pertumbuhan serta tingkat penyerapan nutrisi Glosso lebih baik dibandingkan dengan HC Cuba. Glosso biasanya akan tumbuh lebih cepat dibandingan dengan HC Cuba dan juga tingkat penyerapan nutrisi Glosso sangat baik jika dibandingkan dengan HC Cuba.

Dalam hal ini, metode pananaman secara emersed atau biasa disebut DSM (Dry Start Method) bisa menjadi solusi agar terhindar dari algae. DSM digunakan agar tanaman stem terlebih dahulu membangun sistem perakaran yang baik dan unsur nitrogen serta fosfor tidak akan mudah dirilis oleh substrate karena tidak ada media dalam hal ini air.

Itulah mengapa mereka yang sudah mencoba metode ini berkata bawa pertumbuhan tanaman lebih cepat dibandingkan dengan metode submersed (terendam sepenuhnya). Nutrisi akan tersimpan dengan baik di dalam substrate dan memang benar-benar efektif dimanfaatkan oleh tanaman sedangkan ketika dalam keadaan submersed, nutrisi pada substrate mudah dirilis ke dalam air dan tidak diserap secara efektif oleh tanaman dikarenakan sistem perakaran yang belum terbentuk sempurna. Penyerapan nutrisi melalui daun tidak akan sebaik penyerapan nutrisi melalui akar.

Anda akan benar-benar merasakan lingkungan yang berbeda setelah 60-90 hari dari awal penanaman. Permasalahan sistem perakaran tanaman sudah terselesaikan namun bisa muncul masalah baru. Ketika sistem perakaran sudah terbentuk dengan sempurna justru anda akan kekurangan unsur nitrogen serta fosfor karena memang diserap dengan baik oleh akar. Efek dari ini semua adalah kembali munculnya algae namun dalam hal ini biasanya algae terbentuk pada dinding kaca.
penyebab munculnya algae

Solusi : Anda perlu menjaga keseimbangan nutrisi di dalam akuarium. Ketika tank Anda masih muda yaitu ketika sistem perakaran tanaman belum terbentuk dengan baik maka jangan dulu menyupply nutrisi, baik itu pupuk cair ataupun pupuk tancap. Biarkan tanaman hidup dengan mengandalkan nutrisi dari substrate karena tingkat penyerapan nutrisi tanaman pada masa-masa awal tidak terlalu baik.

Solusi di atas sebetulnya tergantung dari jenis tanaman yang Anda pelihara, karena diketahui masing-masing jenis tanaman memiliki tingkat penyerapan nutrisi yang berbeda. Jika diketahui bahwa tanaman yang Anda pelihara memiliki tingkat penyerapan nutrisi yang baik, penambahan pupuk cair tetap perlu dilakukan.

Anda perlu memahami supply and demand dalam Aquascape dan ini bukanlah hal yang mudah untuk mengetahui seberapa besar kebutuhan tanaman dalam hal nutrisi. Ketika Anda sudah tahu supply and demand (kebutuhan tanaman akan nutrisi diimbangi dengan tersedianya nutrisi di dalam tank) maka saya yakin munculnya algae bisa ditekan.

Water Change atau sistem pergantian air sebagian bisa menjadi solusi dalam menanggulangi algae. Jika dalam keadaan darurat maka lakukan pergantian air 50-70% setiap harinya. Solusi lain adalah dengan menggunakan algae eater. Algae eater bisa berupa ikan atau udang dan fungsikan mereka untuk menekan pertumbuhan algae di dalam akurium.

2. Pencahayaan

Ini merupakan pelengkap dari faktor-faktor yang sudah di sebutkan diatas. Semua parameter baik itu CO2, nutrisi dan pencahayaan saling berkaitan. Ketika salah satu parameter berlebihan maka tetap akan meningkatkan kemungkinan munculnya algae. Oleh karena itu, Anda perlu menjaga keseimbangan ketiga parameter ini baik itu sistem CO2, nutrisi dan juga pencahayaan.

Referensi : ukaps.org

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *