Nutrisi Untuk Tanaman Aquascape

Bahasan kali ini akan sangat bermanfaat bagi kita semua untuk lebih memahami tentang nutrisi yang dibutuhkan bagi tanaman. Materi ini saya pelajari dari forum o-fish dan ada sedikit yang saya tambahkan, di akhir postingan akan saya sertakan link nya. Sama-sama kita ketahui bahwa nutrisi sangatlah penting bagi pertumbuhan tanaman, di alam bebas pun tanaman mendapatkan nutrisi secara berkala dari lingkungan sekitarnya. Sama seperti konsep CO2, dalam akuarium tanaman tidak akan mendapatkan banyak nutrisi jika bukan kita sendiri yang memberikannya karena sekali lagi saya tekankan bahwa Aquascape adalah simulasi yang kita buat sedemikian rupa agar meyerupai ekosistem aslinya di alam bebas sehingga kita perlu melengkapi elemen-elemen penting termasuk nutrisi yang sudah tersedia di alam bebas ke dalam akuarium kita sendiri. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini tentang nutrisi untuk tanaman Aquascape.

Nutrisi yang berimbang sangatlah diperlukan keberadaannya di dalam sebuah aquarium, adanya ketidakseimbangan dapat menghambat pertumbuhan tanaman di dalam akuarium. Untuk itulah diperlukan adanya campur tangan manusia dengan jalan pemberian pupuk yang berimbang dan menukar air tiap minggu / dua minggu sebanyak 30-60% agar ketidakberimbangan tersebut dapat di-reset mendekati encer sehingga keperluan akan zat tambahan bisa diprediksi. Air baru yang menggantikan air lama di aquarium pada umumnya mengandung banyak sekali zat yang jumlah dan jenisnya beragam, sangat tergantung sumber air di masing-masing tempat. Zat yang mungkin terkandung dapat meliputi nitrat, phospat, sulfat, nitrit dll.

Apakah Itu Nutrisi yang Diperlukan Tanaman?

Analisis kimia terhadap tanaman membuktikan bahwa tubuh tanaman terdiri tidak hanya dari karbon, oksigen dan hidrogen, namun juga zat lain seperti nitrogen, klorin, sulfur, phosporus. potasium (kalium), natrium, kalsium, magnesium, besi, mangan, silikon, iod, cuprum, zinc dan boron. Zat-zat tersebut pada tanaman air tidak hanya diperoleh dari sistem perakaran, tetapi juga melalui akar menggantung, daun dan batang.

Nutrisi Makro & Mikro

nutrisi untuk tanaman

Nutrisi makro yang diperlukan tanaman sebagai tambahan yang diberikan kepada tanaman air di sistem tertutup pada umumnya dapat digolongkan kedalam 3 macam zat :

  1. N (Nitrogen)
  2. P (Phospat)
  3. K (Kalium/Potasium)

Zat-zat di atas sebenarnya dapat disupply di dalam aquarium itu sendiri, dengan syarat sistem aquarium sudah berjalan dalam keadaan berimbang dalam tempo yang cukup dan memiliki bio load (ikan, udang, kerang, dsb) yang memadai. Kotoran yang dihasilkan fauna yang makan dan hidup di dalam aquarium dapat menjadi sumber elemen makro setelah melewati proses penguraian oleh bakteri yang bermanfaat. Oleh sebab itu sangat disarankan untuk menambah bio load secara perlahan2 selama satu bulan pada Aquascape yang baru saja di set agar ketidakseimbangan karena produk buangan dapat dijaga seminimal mungkin. Namun ada masanya dalam suatu Aquascape tidak memiliki bio load yang memadai, atau sebuah Aquascape yang berisi tanaman high light yang metabolismenya tinggi dan bahan-bahan makro yang berada di dalam air dapat hampir dihabiskan hanya dalam tempo 2-3 hari saja. Tentunya hal ini merupakan ketimpangan pada konsep keseimbangan, dimana jika salah satu elemen saja kurang, maka proses metabolisme tanaman akan terhenti, sedangkan algae yang merupakan mahluk sederhana tetap dapat memanfaatkan apa saja yang tersisa tanpa ada saingan dan dapat terjadi algae bloom.

Nutrisi makro lebih bersifat essensial, artinya merupakan komponen utama dalam metabolisme. Kekurangan salah satu komponen akan menyebabkan tanaman berkompensasi sampai batas tertentu dan mulai berhenti bermetabolisme yang ditandai pertumbuhan yang lambat, tanaman terlihat kurang sehat, daun rontok dsb.

Nutrisi mikro yang diperlukan tanaman berfungsi membentuk senyawa kompleks seperti enzim dan diperlukan sebagai katalis reaksi ataupun bahan pembangun komponen tumbuhan. Seperti halnya manusia membutuhkan nutrisi non-essensial dan vitamin. Nutrisi mikro yang diperlukan dan biasanya diberikan dalam jumlah extra pada produk pupuk cair yang terkemuka untuk tanaman air dapat digolongkan menjadi:

  1. Fe (besi valensi 3)
  2. B (boron)
  3. Mn (mangan)
  4. Zn (zinc)
  5. Cu (cuprum)
  6. Mo (molibdenum)

Seperti halnya juga pada manusia, vitamin dan nutrisi non essensial tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan karena akan menimbulkan efek buruk. Pada Aquascape, kelebihan nutirisi mikro ini dalam jumlah besar dapat menyebabkan keracunan pada seisi Aquascape, baik itu flora maupun fauna. Pertumbuhan tanaman akan terganggu dan kesehatan fauna menurun. Kelebihan Cu misalnya, akan menewaskan udang dan pada keracunan yang berat akan mematikan ikan. Kelebihan molibdenum yang pada tanah jumlahnya sangat sedikit (0.006%) akan sangat mematikan, bahkan pada manusia sekalipun. Sebaliknya kekurangan nutrisi mikro dapat menyebabkan berbagai masalah seperti tanaman merah tidak nampak merah, pertumbuhan lambat, daun rontok, daun menguning, daun berlubang, batang mudah patah dsb.

Bagaimana Mensupply Sumber Nutrisi Tersebut pada Tanaman Air?

Karena tanaman air mempunyai kemampuan menyerap unsur hara dari daun dan akar gantungnya, begitu pula kemampuan menyerap dari sistem perakarannya, maka unsur tersebut dapat diberikan dalam 2 macam bentuk, yaitu dalam bentuk larutan (pupuk cair) dan dalam bentuk padatan yang diselipkan kedalam substrat/pasi (pupuk tancap & pupuk dasar). Bentuk yang padatan pada substrat mungkin sudah tidak asing lagi di kalangan aquascaper Indonesia, karena pupuk “dasar” yang beredar seperti JBL, Sera, Denerle, dll sudah cukup lama berkecimpung di produk demikian serta sudah biasa digunakan dan disarankan oleh profesional/pendekor Aquascape. Untuk yang natural nya pun tidak kalah populer seperti campuran tanah dan laterit untuk alternatif yang terjangkau. Sedangkan yang dalam bentuk larutan (dalam konteks masukkan ke air dan melarut) mungkin adalah bentuk yang masih kurang dimengerti seluruhnya. Sejauh ini hanya pupuk larutan komersial yang berisi zat besi dan elemen mikro saja yang populer, sedangkan penggunaan bahan2 kimia murni sebagai sumber nutrisi makro dan mikro tidak dipraktekkan oleh banyak orang karena ketidaktahuan atau kesulitan-kesulitan lainnya.

Zat Kimia Murni Secara Tunggal Untuk Pupuk

Mengapa mempertimbangkan zat kimia murni untuk pupuk? Padahal sudah melekat sebagai paradigma masyarakat Indonesia bahwa penggunaan pupuk non-organik dapat “meracuni” tanah. Hal ini ada benarnya, meskipun hanya sedikit. Kerusakan yang ada biasanya adalah akibat ulah para pengguna pupuk itu sendiri yang memakai pupuk tidak pada keperluannya, seperti overdosis, underdosis, pengolahan tanah salah, tanah diperkosa kerja terus, kedapatan pupuk palsu, dsb. Pada aquarium hal itu tentu saja dapat diminimalisasi dengan pengontrolan yang ketat dan pengetahuan yang baik melalui dosis yang seperlunya dan penggantian air mingguan sebesar 30-60% untuk “me-reset” parameter air sekaligus membuang kelebihan zat2 baik yang berasal dari pupuk maupun dari metabolisme tanaman dan ikan.

Sudah tersedia pupuk cair yang berisi nutrisi makro, bahkan isinya sangat lengkap. Mengapa masih mempertimbangkan penggunaan zat kimia murni secara tunggal? Memang jika pengeluaran sudah dipertimbangkan, atau penggunaan produk komersial tidak terlalu banyak, lebih baik menggunakan pupuk komersial dengan brand yang terpercaya. Namun jika sudah menuju posisi dimana penggunaan sudah terlalu banyak karena Aquascape banyak/besar atau biaya Anda terbatas, atau Aquascape Anda memerlukan hanya beberapa unsur saja untuk memperoleh kesetimbangan karena keunikan speciesnya yang rakus akan zat-zat tertentu saja, maka sudah menjadi suatu dorongan untuk menggunakan sesuatu yang lebih terjangkau dan lebih tepat-guna.

Saya tidak akan memaksa Anda untuk berpaling dari produk terpercaya karena penggunaan zat kimia murni memiliki seni dan bahayanya tersendiri. Anda harus belajar baik-baik dengan feeling yang kuat untuk menguasai teknik ini.
[stextbox id=”info”]Sebagai contoh : tuangkan 1 sendok makan serbuk Magnesium sulfat per 500 liter air. Di sini dapat dilihat bahwa ukuran sendok sangat beragam. Membumbung atau tidak jumlahnya pasti akan berbeda. Contoh lain : zat kimia murni yang dilarutkan ketika akan dipakai bersifat lumayan poten, karena Anda menggunakan langsung nutrisi berkhasiat dalam bentuk dasarnya. Kesalahan dalam penggunaan tentunya akan lebih berefek karena tingkat konsentrasi zat yang cukup tinggi.
dosis.[/stextbox]

Pada pemberian semacam ini kita kenal dengan metode IE (Estimative Index), yaitu pemberian pupuk dengan dosis sedikit berlebih dari apa yang dibutuhkan tanaman, namun masih dapat ditoleransi dari titik ketidakseimbangan. Dengan itu tanaman diharapkan selalu kelebihan hara dan serba kecukupan. Kelebihan yang akan berakumulasi dalam aquarium akan dibuang bersama pergantian air dalam volume besar (sampai dengan 70%) yang berikut, sehingga toxisitas dapat diminimalisir. Namun metode ini sangat tidak saya anjurkan bagi mereka yang merupakan pemula atau aquascpenya belum mencapai kedewasaan dalam hal keseimbangan bio load. Untuk hal demikian lebih baik memberikan under dosis dahulu demi menghindari algae outbreak.

Untuk nutrisi mikro, sangat dianjurkan untuk memakai produk komersial yang terpercaya, sebab produsen-produsen ini sudah tau pasti apa yang mereka buat. Membuat campuran nutrisi mikro sangatlah sulit, sebab sebagian dari elemen ini merupakan logam-logam yang dapat mengendap/bereaksi di dalam “campuran sup” Aquascape. Untuk menjaga agar tetap stabil di dalam penyimpanan saja sudah sulit, apalagi ketika berinteraksi di dalam air Aquascape agar tetap dalam kondisi berguna sewaktu diambil oleh tanaman. Maka itu pastikan Anda menggunakan produk yang dapat dipercaya karena tidak sembarang produsen bisa membuat produk demikian dengan komposisi yang sesuai dan stabilitas yang tinggi (bukan hanya bagus dalam botol).

Sumber Pupuk Non-Organik/Kimia Murni

Untuk nutrisi makro dapat diperoleh dari unsur-unsur berikut :

  1. N (Nitrogen)
    – KNO3 (kalium nitrate) : Paling cepat diurai dan dipakai oleh tanaman, toksisitas relatif rendah. Memperolehnya mungkin agak susah sebab zat ini termasuk komponen low explosives jika diracik dengan benar.
    – Urea : Tersedia di mana-mana dan murah. Mengalami proses pemecahan oleh enzim urease pada kondisi lembap. Tidak terlalu dianjurkan karena proses pemecahannya panjang dan melalui tahapan yang nilai pH nya berubah drastis, toksisitas lebih tinggi. Dipakai bila hanya terpaksa dan dalam jumlah yang amat sangat sedikit.
  2. P (phospate)
    – KH2PO4 (mono potassium phosphate) : Merupakan sumber phospate yang baik. Relatif mudah larut dalam air dan tingkat toksisitas rendah.
    P2O5 (dalam phosporic acid) : Terdapat dalam pupuk pertanian phospat. Sumber yang murah dan mudah diperoleh. Keamanan masih dalam toleransi karena penggunaan phosphate relatif sedikit.
  3. K (Kalium)
    – KNO3 : Sebagai tambahan sampingan dari pemberian nutrisi N dari KNO3. Jumlahnya sedikit dan tidak untuk andalan.
    – KCl : Merupakan sumber kalium yang dapat diandalkan. Pupuk KCl pertanian yang beredar di pasaran banyak mengandung garam-garam dan beresiko palsu. Carilah yang asli dalam bentuk murni kimia dengan kadar garam yang sedikit dan mudah larut.
    – K2SO4 : Merupakan sumber ‘K’ yang paten dan dapat diandalkan. Mudah larut dalam air, namun memperolehnya agak susah.

Sedangkan untuk nutrisi mikro semuanya dapat diperoleh dari produk pupuk cair mikro yang cukup bermerek (agar memastikan kualitasnya). Penggunaan mikro elemen agak sulit dalam pembuatan dan perhitungan pemakaiannya maka yang terbaik adalah membeli yang sudah jadi. Perhatikan merek yang Anda beli dan pelajari dengan benar reaksi tanaman terhadap aturan pakainya. Jangan terlalu terpaku dengan perintah yang ada, karena tiap Aquascape tidaklah sama.

Secara umum target konsentrasi unsur makro dalam Aquascape setelah dilakukan pemberian pupuk adalah :

  1. N : 10 – 25 ppm. Dibawah ini pertumbuhan akan terhambat dan di atas ini sangat rentan terhadap suburnya algae.
  2. P : 0.5 – 1,5 ppm. Dibawah ini pertumbuhan akan terhambat dan di atas ini sangan rentan terhadap suburnya algae.
  3. K : 20-30 ppm

[stextbox id=”warning”]

Penting Mengenai Pemberian Pupuk!

  • Untuk unsur ‘P’ dan ‘K’ diberi pada saat setelah mengganti air dan jangan diulang.
  • Pemberian unsur ‘P’ seringkali tidak diperlukan. Usahakan memberikan pada titik aman bawah. Kelebihan ‘P’ sangat beresiko tinggi menyebabkan munculnya algae.
  • Penggunaan pupuk untuk tanaman rumahan sebaiknya dihindari, terutama jika Anda tidak tau / tidak mengerti komposisinya. Pupuk tersebut dapat saja mengandung unsur ‘P’ yang sangat tinggi (misal 20%) dan unsur N dalam bentuk urea yang bersifat toksik (beracun)
  • Pemberian unsur ‘N’ adalah secukupnya, didasarkan oleh adanya bio load dan plant load akuarium yang bersangkutan. Sangat direkomendasikan untuk mempunyai NO3 tester untuk mempelajari dahulu elevasi pemakaian unsur N oleh masing-masing akuarium sehingga di kemudian hari dapat diprediksikan pemberiannya.
  • Jangan pernah memberikan pemupukan makro dan mikro secara bersamaan pada hari yang sama. Hal ini dapat mengakibatkan terjadinya reaksi antara unsur makro dan mikro sehingga unsur mikro/makro yang bersangkutan akan terlepas/rusak dari ikatannya sehingga percuma.
  • Pemberian pupuk mikro sebaiknya dilakukan dengan dosis yang lebih sedikit namun berselang hari karena unsur mikro dan Fe tidak dapat bertahan lama di alam air karena faktor reaksi dan cahaya.

[/stextbox]

 

Nutrisi Lain Yang Biasa Juga Dipakai Dalam Aquascape

  1. Mg (Magnesium) dalam bentuk MgSO4 (Magnesium Sulfat), sifatnya sangat mudah larut. Kegunaannya adalah sebagai sumber Magnesium bagi tanaman. Magnesium sangat berguna karena sebagian besar tanaman mengandalkan klorofil, baik itu tipe A maupun tipe B. Klorofil ini terdiri dari senyawa komplex yang berbeda-beda antar tanaman, namun pasti mengandung Mg. Penambahan Mg jarang dilakukan pada air yang sudah memiliki hardness tinggi, dan biasanya ditambahkan sedikit pada air yang sangat soft (RO).
  2. Ca (Calcium) dalam bentuk koral/kerang yang dihancurkan, merupakan sumber Ca yang murah dan mudah didapat. Hanya diberikan pada air yang terlalu soft atau pada pemakaian tanaman hardness tinggi agar perawakan tanaman lebih tebal. Biasanya sudah mecukupi dalam air yang baru dan tidak perlu ditambahkan, kecuali pada kasus-kasus tertentu.
  3. C (Karbon) dalam bentuk gas CO2 yang didifusi atau dilarutkan kedalam air Aquascape. Sumber karbon dapat juga diperoleh dari C organik, namun pemanfaatannya susah serta dalam jumlah yang kecil dan lebih cocok untuk akuarium low light yang natural.

 

Menghitung Kadar CO2 Di Dalam Aquascape

Untuk menghitung kadar CO2 dalam Aquascape secara akurat cukup mudah, asalkan sudah memiliki kH tester dan pH tester yang telah dikalibrasi. Prinsipnya adalah dengan mengukur nilai kH dan pH, lalu membandingkan dengan nilai pada tabel yang sudah saya sertakan di bawah ini.

nutrisi untuk tanaman aquascape
CO2 Chart Level

 

Kadar CO2 yang baik berada pada kisaran 20-30 ppm. Terkadang orang-orang memakai sampai dengan 40-50 ppm tanpa ada efek buruk. Namun hal ini sifatnya relatif, sehingga Aquascape yang satu dengan lainnya akan memberikan respon yang berbeda pula. kH bertindak sebagai buffering agent yang menaikkan pre-set pH air pada tingkat lebih tinggi, sehingga ketika CO2 dimasukkan maka perubahan pH yang terjadi tidak akan menjadi terlalu rendah yang akan menyakiti fauna yang ada.

 

Beberapa Gejala Defisiensi Nutrisi Pada Tanaman Air

  1. Nitrogen : Daun tua terlihat menguning. Pertumbuhan pelan.
  2. Phosphor : Daun tua terlihat menguning. Pertumbuhan terhambat. Daun rontok secara prematur.
  3. Calcium : Tepian daun menguning. Kerusakan/kematian pada pucuk2 dan bakal daun. Bedakan dengan kerusakan karena serangan fauna.
  4. Magnesium : Pada daun tua muncul bintik2 atau lubang kecil berwarna kuning.
  5. Kalium : Daun menguning. Tepian dan pucuk daun mengkerut.
  6. Sulfur : Mirip defisiensi Nitrogen.
  7. Zat besi : Kerusakan terutama pada daun baru yang berwarna kuning, namun sistem tulang daun hijau.
  8. Mangan : Bagian daging daun (diantara tulang daun) berwarna kuning/mati.
  9. Cuprum : Tepian dan pucuk daun mengkerut/mati.
  10. Zinc : Bagian daun menguning dimulai dari pucuk dan tepian daun.
  11. Boron : Daun baru mati. Bakal daun mati.
  12. Molibdenum : Bercak kekuningan pada daging daun, tepian kecoklatan. Menghambat tumbuhnya bunga.

Perlu diperhatikan bahwa gejala-gejala di atas hanya sebagai petunjuk umum, karena defisiensi seringkali tidak menunjukkan ciri-ciri yang spesifik, tidak mudah untuk langsung mengidentifikasi dengan pasti nutrisi apa yang kurang. Maka itu jalan yang terbaik adalah untuk memberikan dosis sedikit berlebih untuk semua nutrisi terlebih dahulu (bukan diberi yang banyak, awas overdosis!) dan mempelajarinya dengan seksama. Faktor lain yang mungkin dapat menunjukkan ciri-ciri yang sama seperti kekurangan nutrisi antara lain dapat berupa faktor hardness air dan pencahayaan.

Itulah penjelasan yang cukup lengkap mengenai kebutuhan nutrisi untuk tanaman Aquascape. Point penting yang dapat diambil dari pembahasan di atas adalah salah satunya memilih produk pupuk yang baik yaitu dengan memperhatikan kualitasnya, dianjurkan untuk membeli produk yang sudah banyak dipakai orang atau sedikit bermerek karena itu akan menentukan kualitas. Penggunaan pupuk cair instan (dalam bentuk produk) akan jauh lebih memudahkan kita dibandingkan dengan kita meracik sendiri unsur-unsur nutrisi dari bahan-bahan kimia murni yang memiliki tingkat bahaya cukup tinggi terkecuali untuk kepentingan penelitian dan Anda ingin melakukan beberapa percobaan dengan hal itu.

Source : O-Fish Forum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *