Mengenal Iwagumi

Artikel ini masih berkaitan dengan informasi yang sudah saya sampaikan mengenai “Berbagai Jenis Gaya Aquascape”. Apa itu Iwagumi? Iwagumi adalah subtipe dari gaya Aquascape yang lebih spesifik merupakan bagian dari Aquascape Bergaya Alami (Nature Aquarium Style). Iwagumi diperkenalkan dan dikembangkan oleh “Takashi Amano” di Jepang sekitar 30 tahun yang lalu. Istilah Iwagumi sendiri berasal dari bahasa Jepang yang berarti “Formasi Batu” dan mengacu pada tata letak dimana batu memainkan peran utama. Dalam gaya Iwagumi, masing-masing batu memiliki nama dan peran tertentu. Desain utama pada Iwagumi meliputi 3 batu yang terdiri dari 1 batu utama dengan ukuran yang besar dan 2 batu skunder dengan ukuran yang lebih kecil. Meskipun begitu Iwagumi tidak harus menggunakan 3 batu saja sebagai komponen pembentuknya, Anda bisa menambahkan batu lain untuk menciptakan sebuah konsep yang menarik.

berbagai jenis tanaman aquascape
Iwagumi Style

A. Teknik dan Prinsip Dasar Desain Pada Iwagumi

Iwagumi tidak selalu menggunakan 3 batu saja, sejumlah batu dapat digunakan dalam Iwagumi. Konsep Iwagumi dengan menggunakan 3 batu sebagai pilar disebut “Sanzon Iwagumi” yang berarti “Tiga Pilar Formasi Batuan”. Sementara itu, tidak ada aturan mengenai jumlah batu yang dapat digunakan dalam Iwagumi. Jumlah batu yang digunakan dalam Iwagumi biasanya ganjil seperti 3,5,7,9 dan seterusnya. Dengan jumlah yang ganjil tersebut diharapkan tata letak (layout) batu di dalam akuarium terlihat asimetris atau tidak beraturan. Anda harus mulai memahami bahwa konsep Iwagumi ini menghindari sesuatu yang bersifat simetris karena itu akan mengurangi kesan natural dari Aquascape. Sesuatu yang simetris atau beraturan akan terlihat kaku dan tidak alami. Oleh karena itu, penggunaan jumlah batu secara ganjil diharapkan mampu membentuk sebuah desain yang asimetris dan terlihat lebih alami. Selain itu, jumlah batuan yang ganjil lebih menggambarkan suatu kebetulan seperti halnya Anda menemukan pecahan batu di alam bebas. Jumlah ganjil akan memberikan kesan alami dan terjadi begitu saja di alam dibandingkan dengan jumlah genap yang mungkin saja dibuat dan diatur dengan sengaja. Contoh, lihat gambar di bawah ini.

mengenal iwagumi
Tata Letak Batu Pada Iwagumi

Desain Iwagumi dengan menggunakan angka genap yaitu 2 terlihat pada gambar paling atas. Kedua sisi yaitu sisi kanan dan kiri terlihat memiliki jarak yang sama dan itu akan memunculkan kesan bahwa Iwagumi Anda telah diatur sedemikian rupa, serapih mungkin, seteratur mungkin dan hal seperti itu dihindari dalam konsep Iwagumi sendiri. Iwagumi lebih memilih desain acak yang tidak terkesan diatur serapih mungkin oleh tangan manusia namun tetap memperhatikan faktor keindahan. Lihat gambar kedua yang menggunakan angka ganjil yaitu 3, terlihat desain acak dimana ada jarak yang berbeda antara batu yang satu dengan yang lain. Hal itu menimbulkan kesan alami seperti halnya Anda menemukan formasi batuan di alam, jarang sekali Anda menemukan formasi batuan di alam secara simetris, kalaupun ada itu adalah sebuah keajaiban seperti halnya Stonehenge di Inggris! Betul tidak?

B. Tata Letak, Nama Serta Fungsi Dari Setiap Batu Pada Iwagumi

Seperti yang sudah dijelaskan oleh pihak ADA (pencetus konsep Iwagumi), masing-masing batu pada Iwagumi memiliki nama dan fungsinya masing-masing. Ketika memilih batu, penting untuk diingat tujuan/fungsi batu-batu tersebut dalam Aquascape. Cara terbaik dalam konsep Iwagumi adalah menggunakan jenis batu yang sama pada satu akuarium.

mengenal iwagumi
Tata letak serta penamaan batu pada Iwagumi

 

Beriktu penjelasan dari gambar di atas :

  1. Oyaishi : Adalah batu pada Iwagumi dan merupakan batu terbesar diantara batu-batu lainnya dalam akuarium. Oyaishi haruslah memiliki bentuk serta karakter yang mencolok. Oyaishi sendiri dalam bahasa Indonesia berarti “Batu Utama”. Tinggi dari batu utama ini  biasnya 2/3 dari tinggi akuarium, rasio ini menarik bagi mata manusia seperti yang sudah dijelaskan pada teori “The Golden Ratio” atau dikenal dengan teori “Rule of Thirds”. Tata letak dari Oyaishi juga harus miring meskipun Oyaishi di taman-taman jepang berdiri tegak. Kemiringan diperlukan untuk mewakili aliran air dan menciptakan kesan alami. Perhatikan batu-batu yang terbenam di dasar sungai biasanya memiliki kemiringan tertentu yang diakibatkan oleh arus air sungai itu sendiri, betul tidak? Dengan begitu Oyaishi yang miring diharapkan menciptakan efek alami dan nyata.
  2. Fukuishi : Merupakan batu sekunder dan harus menjadi yang terbesar kedua setelah Oyaishi. Fukuishi biasanya ditempatkan di kedua sisi Oyaishi baik itu kiri atau kanan sehingga menciptakan kesan bahwa batu ini sedang mendampingi batu utama. Ingat yang sudah dijelaskan di atas bahwa semua batu yang digunakan dalam konsep Iwagumi harus lah batu berjenis sama dalam satu akuarium, artinya Fukuishi ini masih merupakan jenis batuan yang sama dengan Oyaishi (tekstur serta corak yang sama).
  3. Soeishi : Adalah batu tersier pada Iwagumi yang ditempatkan disebelah Oyaishi bersamaan dengan Fukuishi. Batu ini akan memperkuat karakter dari batu utama.
  4. Suteishi : Merupakan batu terbesar keempat di akuarium Iwagumi. Suteishi disebut juga sebagai “Batu Korban” karena batu ini memang tidak dimaksudkan untuk tampil atau bahkan sering tertutup oleh tanaman. Namun demikian, peran Suteishi cukup penting karena akan membantu memperkuat karakter batu-batu lainnya serta menciptakan kesan kebersamaan. Dalam Iwagumi, batu yang satu dengan yang lain saling membantu dalam menciptakan sebuah kesan tertentu. Perlu diingat bahwa dalam Sanzone Iwagumi dimana hanya menggunakan 3 batu saja, Suteishi ini dihilangkan atau tidak dipergunakan sama sekali.

C. Langkah Singkat Membuat Iwagumi Sederhana

  1. Isi akuarium dengan substrate terlebih dahulu secara merata sebelum nantinya ditempatkan beberapa batu di dalamnya, kelebihan substrate bisa digunakan untuk menutupi bagian dasar batu setelah batu ditempatkan agar batu tampak terkubur. Catatan : Jika Anda ingin Iwagumi yang lebih kompleks maka substrate bisa ditebalkan/ditinggikan di area belakang akuarium atau di sudut belakang akuarium.
  2. Selanjutnya, masukkan Oyaishi atau batu utama yang memiliki ukuran paling besar. Tempatkan sesuai dengan teori “The Golden Ratio”. Hal penting lainnya adalah pilihlah batu utama (Oyaishi) dengan tinggi 2/3 tinggi akuarium serta ditempatkan pada titik yang berjarak sekitar 2/3 lebar akuarium. Harus bisa membedakan ya mana panjang akuarium dan mana lebar akuarium >>> Panjang dihitung searah sumbu “x” ke kanan atau ke kiri sedangkan lebar dihitung searah sumbu “z” ke depan atau belakang dan tinggi akuarium dihitung searah sumbu “y” ke atas atau ke bawah.
  3. Kemudian memasukan serta mengatur batu berdasarkan urutan ukuran. Pertama adalah batu Fukuishi kemudian Soeishi dan terakhir Suteishi. Perhatikan sudut keseimbangan dari batu yang Anda gunakan untuk memudahkan Anda dalam menempatkan batu sesuai keinginan.
  4. Ketika Anda sudah mempunyai tata letak yang disenangi dalam arti Anda sudah menempatkan semua batu sesuai keinginan selanjutnya berhenti dulu pada tahapan ini. Tinggalkan akuarium Anda dan jangan dulu melakukan langkah selanjutnya setidaknya dalam waktu 1 – 2 hari. Aneh ya kenapa mesti begitu? Ini dimaksudkan jika Anda berubah pikiran atau muncul ide baru dalam kurun waktu tersebut berkaitan dengan tata letak batu maka Anda akan dengan mudah mengubahnya kembali dibandingkan jika Iwagumi Anda sudah jadi dan diisi air tetapi ternyata Anda punya konsep baru dan ingin mengubahnya. Itu merepotkan!
  5. Langkah penutup, tuangkan kelebihan susbstrate yang ada pada langkah no.1. Tuangkan menggunakan cangkir sedikit demi sedikit pada dasar dari setiap batu yang ada di dalam akuarium, biarkan susbtrate mengalir dengan sendirinya diantara celah bebatuan. Jika ingin lebih baik lagi perlu penggunaan Aqua Soil Powder untuk melapisi substrate bagian atas namun ini tidak wajib. Selamat! Layout atau tata letak Iwagumi Anda sudah jadi selanjutnya silahkan mengisi air dan dilanjutkan dengan bercocok tanam. Lakukan semua langkah dengan sangat hati-hati karena keseimbangan setiap batu itu berbeda, bukan tidak mungkin Anda merubah posisi batu tanpa sengaja.

D. Batu Yang Biasa Digunakan Dalam Iwagumi

Seperti yang sudah kita ketahui bahwa batu merupakan unsur utama dalam Iwagumi. Berikut beberapa batu yang biasa digunakan dalam Iwagumi :

  1. Seiryu Stone (merupakan produk dari ADA) dengan harga $6-7/kg
  2. Manten Stone (merupkan produk dari ADA dan paling dicari oleh para scapers)  dengan berbagai variasi yang tersedia. Harga sekitar $20/kg atau pun dijual per unit berdasarkan bentuknya.
  3. Ryuoh Stone (merupakan produk dari ADA) dengan harga yang lebih murah yaitu sekitar $8-9/kg
  4. Dragon Stone (merupakan produk dari ADA) dengan harga sekitar $6/kg
  5. Yamaya Stone (merupakan produk dari ADA) dengan harga sekitar $4-5/kg
  6. Fossilised Wood (Fosil Kayu yang sudah membatu) dengan harga sekitar $6/kg. Di dalam negeri banyak!
  7. TGM Blue Stone dengan harga $2-3/kg
  8. Lava Rock dengan harga $3-4/kg, di dalam negeri banyak!

E. Tanaman Yang Biasa Digunakan Dalam Iwagumi

Di dalam Iwagumi, Penggunaan tanaman air dapat melunakan suasana kaku yang didominasi oleh bebatuan. Bayangkan jika Iwagumi Anda tanpa ditumbuhi tanaman, terkesan kaku dan tidak menarik bukan? Selain itu tanaman dapat digunakan untuk menciptakan keseimbangan yang harmonis dalam Aquascape. Berbeda dengan gaya Aquascape lainnya dimana tanaman yang tumbuh rendah lah yang biasanya digunakan pada Iwagumi. Hal ini dilakukan untuk tetap menonjolkan bebatuan sebagai komponen utama dalam Iwagumi sehingga pastikan Anda selalu menggunakan tanaman rendah agar tidak mengaburkan struktur bebatuan di dalam akuarium. Tanaman air yang biasa digunakan dalam Iwagumi adalah :

  1. Dwarf Hairgrass (Eleocharis Acicularis)
  2. Glossostigma Elatinoides
  3. Hemianthus Callitrichoides ‘Cuba’
  4. Pogostemon Helferi
  5. Riccia Fluitans
  6. Vallisneria Nana
  7. Eleocharis Vivipari
  8. Rotala sp

Tambahan, tanaman yang cukup tinggi seperti Eleocharis Vivipara dapat digunakan di area belakang (Background) untuk menambah perspektif sebuah kedalaman serta kerumitan.

F. Ikan Yang Biasa Digunakan Dalam Iwagumi

Karakteristik dari Iwagumi adalah keharmonian, kebersamaan serta kesederhanaan sehingga pemilihan ikan dalam Iwagumi pun tetap memperhatikan aspke-aspek tersebut. Oleh karena itu ikan yang cocok ditempatkan dalam sebuah Iwagumi adalah ikan yang berperilaku tenang, dapat hidup berdampingan dengan spesies lain (tidak teritory) dan ikan yang bergerombol melambangkan kebersamaan dan keharmonian. Ikan-ikan yang dimaksud seperti :

  1. Ikan Neon Tetra
  2. Ikan Rummy Nose Tetra
  3. Ikan Neon Cardinal
  4. Ikan Harlequin Rasbora

Ikan-ikan tersebut mampu menciptakan sebuah keharmonian pada Iwagumi. Sifatnya yang tenang akan berpadu dengan konsep kesederhanaan dari Iwagumi. Hindari penggunaan ikan yang agresif, teritory ataupun ikan yang sering menyendiri (solitaire).

Dari semua gaya yang ada, Iwagumi terlihat mudah untuk diwujudkan karena kesan kesederhanaan dan kepraktisan dalam membuatnya. Namun, diluar itu ternyata tidak mudah untuk membuat sebuah Iwagumi dan juga tidak mudah untuk mempertahankan Aquascape bergaya Iwagumi ini dalam jangka waktu tertentu. Batasan pada sektor tanaman akan membuat efek domino karena sebagian besar tanaman rendah yang ditanam dalam Iwagumi merupakan tanaman berakar yang harus menancap kuat pada substrate sehingga Anda tidak bisa menggunakan susbtrate pasir yang ringan. Anda perlu substrate yang halus serta cukup berat untuk dapat mengikat akar dengan kuat, substrate yang ringan akan mengakibatkan tanaman berakar mudah tercabut sebelum tumbuh dan berkembang. Iwagumi meminta pengalaman lebih bagi siapapun yang akan membuatnya dalam hal pemilihan tanaman serta hardscape yang tepat. Tidak hanya itu, Alga/ganggang menjadi masalah lain yang dapat muncul bahkan pada tahap awal perkembangan akuarium. Anda harus mulai memperhatikan itu serta mengambil langkah-langkah ketika indikasi alga muncul. Salah satu solusi untuk masalah ini adalah memutus siklus pencahayaan selama sekitar satu jam pada siang hari.

Source :
TheGreenMachineOnline – “Iwagumi Aquascape : An Introduction”
AquascapingLove – “The Iwagumi Layout : An Intorduction”

4 thoughts on “Mengenal Iwagumi

  1. Waduh, saya udah siapkan substrate pasir malang utk iwagumi. HC cuba dan Batu jg udah siap, tinggal setup. Begitu baca artikel ini jd kepikiran lg pake substrate pasir.

    Apakah itu mutlak bahwa iwagumi lbh baik tdk menggunakan pasir sbg substrate?

    Atau mungkin ada trik khusus agar msh bisa menggunakan substrate pasir di iwagumi style ini?

    Mohon pencerahan

    1. Halo, saya tulis artikel di atas sudah cukup lama dan ternyata masih banyak yg baca..hehe

      Mengenai substrate, bukan cuma Iwagumi sebenarnya, tapi aquascape secara umum kalau mau bagus dan pertumbuhan tanaman pun optimal diusahakan pakai soil.

      Emang kenapa dgn pasir malang? Pasir malang itu karakteristiknya ringan (mungkin karen banyak rongga). Selain itu, pasir malang masih menciptakan celah yg cukup besar di tiap butirnya.

      Akibatnya apa? Tanaman berakar gak akan bisa nancep secara sempurna dan mudah tercabut.

      Untuk kesan natural, pasir malang ini sebenarnya udh dapet karena warnanya yg gelap tapi ya itu balik lagi kita harus terima kekurangannya.

      Ini bukan berarti kita wajib menggunakan soil. Kalau bisaa, istilahnya seperti itu, kalau bisaa dan memungkinkan ya pake soil 🙂

  2. Nymbung yg datas mastah,, bgmna lo mnggunakan tanaman moss untuk karpety misal us fissiden,, bknkah merka tdk brakar byk sprt tnman misal cuba,, apakah msh bs mnggunkn pasir malang yg notabeny ringan. Maaf lo salah newby.

    Mohon pencerhanny n salam kobok..

    1. Kelompok moss emang gak berakar dan karena itu biasanya ditempel ke media tertentu entah itu kayu atau yg lainnya. Jadi kalau mau dijadiin karpet ya bisa2 aja, asal tau caranya gimana biar mos itu tetep di bawah. Saya gak tau tekniknya kaya gimana tuh. Sah-sah aja, sesuai selera.

       

       

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *