Kupas Tuntas Pencahayaan Aquascape

Post Map “Kupas Tuntas Pencahayaan Aquascape” :

1. Pengantar

2. Cahaya dan Spektrum Warna Kaitannya Dengan Photosynthesis Tanaman

2.1 Gelombang Cahaya Kasat Mata (Visible Light)

2.2 Gelombang Cahaya Kaitannya Dengan Photosynthesis Tanaman

3. Aturan Watt/Liter (wpl) atau Watt/Galon (wpg)

4. Watt

5. CRI

6. Kelvin

6.1 Beberapa Hal Penting Mengenai Kelvin (K)

6.2 Kelvin Yang Cocok Untuk Tanaman

7. LUX

8. PAR (Photosynthetically Active Radiation)

8.1 Beberapa Istilah Pada PAR Kaitannya Dengan Tanaman

8.2 Mengukur PAR

9. PUR (Useful Light Energy) atau (Photosynthetically Useful Radiation)

10. LUMENS

11. Jenis-Jenis Lampu Untuk Akuarium

11.1 T8 & T12

11.2 T5

11.3 T2

11.4 VHO Power Compact (Lampu PL)

11.5 CFL/PC (Lampu Neon HEmat Energi)

11.6 SHO (Lampu Ulir Hemat Energi HO/High Output)

11.7 MH (Metal Halide)

12. Penutup


1. Pengantar

Pembahasan mengenai pencahayaan Aquascape bukan hanya sekedar mengenai seberapa besar daya yang dibutuhkan dalam Aquascape, seberapa lama lampu dinyalakan setiap harinya, seberapa banyak lampu yang digunakan untuk ukuran akurium tertentu. Baca juga Siklus Pencahayaan “Siesta”.

Jika Anda punya pertanyaan seperti itu tolong dibuang dulu supaya Anda tidak fokus hanya pada satu pembahasan saja mengenai pencahayaan Aquascape. Percayalah, pembahasan kali ini sangat luas dan saya rasa tidak cukup sekali baca langsung ngerti.

Jika Anda benar-benar penghobi Aquascape maka mau tidak mau, suka tidak suka pembahasan ini harus Anda cerna dan simak dengan baik. Banyak istilah-istilah yang akan saya gunakan dan mungkin awam di telinga Anda tapi percayalah semua istilah yang dibahas disini akan berguna, jika tidak sekarang mungkin suatu saat Anda akan kembali lagi melihat artikel ini.

Sebetulnya sudah hampir 2 tahun saya menjadi silent reader di indoaquascape forum…hehe dan selama itu pula saya hanya menjadi pengamat trit-trit super keren terutama yang dibuat oleh Wendy Kurniawan (Scapers Indonesia pasti tau siapa beliau ini).

Salah satu trit yang saya suka adalah penjelasan mengenai pencahayaan Aquascape yang akan saya jadi kan salah satu sumber dalam membuat artikel ini. Bukan karena baru-baru ini saya baca tentang artikel pencahayaan Wendy Kurniawan, sudah lama saya baca artikel tersebut tapi karena selama ini saya bendung untuk membuatnya disini.

Sekarang akan coba saya tumpahkan se-tumpah-tumpah nya disini apa yang saya pahami dari artikel tersebut dan artikel-artikel sejenisnya. Bukan tugas mudah untuk menyajikan artikel tentang pencahayaan Aquascape seleng-lengkapnya dan artikel ini pun merupakan rangkuman dari sekian banyak artikel yang saya baca mengenai pencahayaan Aquascape. Jika ada kekeliruan dalam menyampaikan atau ada informasi yang salah mohon dikoreksi dan jika ada pertanyaan silahkan gunakan kolom komentar…

2. Cahaya dan Spektrum Warna Kaitannya Dengan Photosynthesis Tanaman

2.1 Gelombang Cahaya Kasat Mata (Visible Light)

Menurut wikipedia, cahaya adalah energi berbentuk “gelombang kasat mata/Visible Light” dengan panjang gelombang (Wavelength) sekitar 380-750 nm. Seperti yang sudah dijelaskan, gelombang itu memiliki panjang dan diukur dalam satuan (nm) sampai dengan satuan meter (m). Panjang gelombang sangat berkaitan dengan kemampuan penterasinya terhadap suatu benda, semakin panjang gelombang maka semakin buruk penetrasinya terhadap benda termasuk air.

Di atas disebutkan bahwa panjang gelombang cahaya adalah 380-750 nm dan itu adalah panjang gelombang yang dapat ditangkap oleh mata kita sehingga disebut “gelombang kasat mata”. Jika diurutkan dari panjang gelombang tertinggi maka urutannya adalah merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu (violet).

Saya yakin sejak kecil Anda sudah mengenal warna-warna tersebut sebagai warna pelangi yang selanjutnya disingkat menjadi me-ji-ku-hi-bi-ni-u dan itulah warna-warna yang bisa ditangkap oleh mata kita karena terdiri dari panjang “gelombang kasat mata”.
pencahayaan aquascapeCahaya lampu yang terlihat putih yaitu pada kisaran 6500 Kelvin bukan berarti terdiri dari spektrum warna putih karena putih sendiri tidak termasuk pada daftar panjang gelombang yang sudah disebutkan di atas yang dikelompokkan ke dalam “gelombang kasat mata”. Cahaya putih adalah gabungan dari seluruh atau sebagian “gelombang kasat mata”.

2.2 Gelombang Cahaya Kaitannya Dengan Photosynthesis Tanaman

Kemampuan tanaman dalam menangkap gelombang cahaya tidak jauh berbeda dengan mata kita yaitu masih masuk dalam kategori “gelombang kasat mata”. Gelombang cahaya yang dapat ditangkap oleh stomata tanaman adalah 380-750 nm dan ini biasa disebut dengan istilah PAR (Photosynthesis Active Radiation).

Klorofil tanaman secara khusus dibagi menjadi 2 yaitu klrofil a dan klrofil b. Klorofil a berperan penting dalam pertumbuhan batang tanaman sedangkan klorofil b berperan penting dalam pertumbuhan daun. Lihat gambar di bawah ini.

pencahayaan aquascape
Klik Gambar Untuk Memperbesar

pencahayaan aquascape
Gambar tersebut menjelaskan tentang panjang gelombang (wavelength) yang dibutuhkan klorifil a dan b untuk pertumbuhan. Sumbu x menyatakan panjang gelombang sedangkan sumbu y menyatakan tingkat penyerapan gelombang tersebut oleh klorofil.

Masing-masing klorofil memiliki dua puncak pada panjang gelombang yang berbeda atau bisa disebut dual peak. Untuk klorofil a puncak penyerapan terbaik pada panjang gelombang 430 nm dan 662 nm sedangkan untuk klorofil b puncak penyerapan pada panjang gelombang 453 dan 642.

Coba saya perluas lagi maksud dari gambar di atas karena yang dibahas hanya puncak nya saja sedangkan kenaikan grafik serta penurunannya tidak dibahas, untuk lebih jelasnya lihat gambar berikut dan selanjutnya akan saya korelasikan dengan gambar sebelumnya.
pencahayaan aquascapeHubungan dari kedua gambar tersebut adalah baik itu klorofil a dan b penyerapan cahaya efektif pada kisaran panjang gelombang 400-490 nm yang diwakili oleh warna ungu (violet), nila dan biru dan 620-690 nm yang diwakili oleh warna merah sehingga bisa disimpulkan spektrum warna itulah yang dapat diserap baik oleh tanaman untuk fotosintesis.

Sedangkan spektrum warna kuning dan hijau dapat dimanfaatkan oleh Black Brush Algae (BBA), Hair Algae, Cladophora, Staghorn Algae dan jenis-jenis algae lainnya. Dengan kata lain, jika kita menghindari penggunaan spektrum hijau dan kuning maka secara teori kita bisa menekan pertumbuhan algae di dalam tangki.

Terakhir adalah penjelasan mengenai spektrum warna ini erat kaitannya dengan penggunaan LED karena hanya lampu LED yang bisa mengakomodasi komposisi spektrum warna yang dibutuhkan tanaman dalam ber-fotosintesis termasuk memodifikasi nya. Penjelasan mengenai LED akan saya bahas pada postingan khusus 🙂

Kesimpulan 1 :

  1. Panjang gelombang sangat berkaitan dengan kemampuan penterasinya terhadap suatu benda, semakin panjang gelombang maka semakin buruk penetrasinya terhadap benda termasuk air.
  2. Gelombang cahaya yang dapat ditangkap oleh stomata tanaman adalah 380-750 nm dan ini biasa disebut dengan istilah PAR (Photosynthesis Active Radiation).
  3. Klorofil a berperan penting dalam pertumbuhan batang tanaman sedangkan klorofil b berperan penting dalam pertumbuhan daun.
  4. Untuk klorofil a puncak penyerapan terbaik pada panjang gelombang 430 nm dan 662 nm sedangkan untuk klorofil b puncak penyerapan pada panjang gelombang 453 nm dan 642 nm.
  5. Baik itu klorofil a dan b penyerapan cahaya efektif pada kisaran panjang gelombang 400-490 nm dan 620-690 nm.
  6. 400-490 nm diwakili oleh warna ungu (violet), nila dan biru sedangkan 620-690 nm diwakili oleh warna merah.
  7. Spektrum warna hijau dan kuning cenderung tidak diserap dengan baik oleh tanaman tapi dipantulkan kembali sehingga tidak heran jika kita melihat sebagian besar tanaman berwarna hijau atau kuning karena spektrum warna itu lah yang tidak diserap oleh tanaman dengan baik.
  8. Jika kita menghindari penggunaan spektrum hijau dan kuning maka secara teori kita bisa menekan pertumbuhan algae di dalam tangki.

3. Aturan Watt/Liter (wpl) atau Watt/Galon (wpg)

Jujur saja, pada awalnya saya adalah salah satu penganut paham aturan ini. Aturan wpl atau wpg adalah menentukan daya lampu yang akan digunakan dengan perbandingan volume air akuarium. Sudah tahu kan jika masing-masing jenis tanaman memerlukan tingkat pencahayaan yang berbeda-beda?

Kita kenal dengan istilah tanaman high light, medium light dan low light. Tanaman high light adalah tanaman yang membutuhkan tingkat pencahayaan tinggi sedangkan medium light adalah yang membutuhkan tingkat pencahayaan moderate/sedang dan begitu pula dengan low light adalah tanaman yang hanya membutuhkan tingkat pencahayaan rendah.

Yang menjadi pertanyaan adalah seperti apa pencahayaan yang dimaksud “high, medium dan low light” itu? Kita perlu acuan dasar yang mengelompokkan bahwa pencahayaan itu dikatakan high, medium dan low light, munculah aturan watt/liter atau watt/galon ini. Aturan tersebut berbunyi seperti ini :

  • Low Light : 0.5 watt/liter
  • Medium Light : 0.6 – 1 watt/liter
  • High light : > 1 watt/liter

Berdasarkan aturan tersebut, untuk mendapatkan tingkat pencahayaan rendah misalnya kita memerlukan daya 0.5 watt untuk satu liter air sehingga jika volume akurium adalah 100 liter maka setidaknya kita memerlukan lampu dengan daya minimal 50 watt terlepas dari berapa jumlah lampu yang digunakan tidak masalah yang penting total daya yang digunakan adalah 50 watt.

Perlu Anda ketahui bahwa aturan ini adalah acuan dasar saja dan saya katakan boleh-boleh saja Anda gunakan namun Anda juga harus sadar bahwa aturan ini banyak memiliki keterbatasan. Jika Anda ingin lebih serius dengan Aquascape maka sudah saatnya Anda meninggalkan aturan ini.

Yang menjadi point penting adalah, di dalam aturan ini kita murni hanya menggunakan daya sebagai acuan dasar dalam menentukan kebutuhan tanaman akan cahaya sedangkan jika kita tahu bahwa kebutuhan tanaman akan cahaya sangat-sangat tidak bisa ditentukan hanya dari daya nya saja, banyak paramter lain yang justru lebih berpengaruh seperti lumens, kelvin, PAR dan sebagainya yang akan saya bahas juga disini.

Beberapa kelemahan dari aturan ini :

  1. Dengan daya yang sama, jenis lampu yang berbeda biasanya memancarkan intensitas cahaya yang berbeda pula sehingga dalam hal ini “daya” tidak bisa dijadikan acuan. Coba Anda bandingkan lampu LED dengan daya 5 watt dan lampu neon/CFL 10 watt lebih terang mana? Sebaliknya, apakah lampu LED 10 watt akan sama terangnya dengan lampu neon 10 watt?
  2. Dengan daya yang sama, lampu yang berbeda merek juga akan menghasilkan intensitas cahaya yang berbeda sehingga lagi-lagi “daya” tidak bisa dijadikan acuan dasar dalam menentukan pencahayaan Aquascape.
  3. Jarak antara lampu dan substrate juga akan sangat mempengaruhi intensitas cahaya yang diterima tanaman. Katakanlah Anda punya tank A dan B, lampu yang Anda gunakan pun sama yaitu 30 watt untuk masing-masing tank. Jika jarak lampu ke substrate di tank A adalah 80 cm sedangkan jarak lampu ke substrate di tank B adalah 50 cm maka bisa dikatakan intensitas pencahayaan di tank A hanya (50/80)x100 = 62,5% dari tank B.
  4. Aturan ini hanya berlaku untuk ukuran akurium ideal yaitu dengan volume 75-150 liter saja. Volume tank kurang dan lebih dari itu sudah tidak bisa lagi menggunakan aturan ini karena secara teori semakin kecil ukuran akurium sebetulnya semakin besar kebutuhan intensitas cahayanya.

Masih banyak lagi kelemahan dari aturan tersebut sehingga Anda harus sudah mulai meninggalkannya untuk mendapatkan pencahayaan yang benar-benar dibutuhkan tanaman.

4. WATT

Watt adalah satuan daya yang menjadi acuan dasar dalam membaca spesifikasi sebuah lampu. Namun dalam hal ini watt tidak bisa dijadikan acuan baku dalam menentukan pencahayaan Aquascape dan penjelasan mengenai watt ini erat kaitannya dengan lumens yang akan dibahas nanti.

Jenis lampu T12 misalnya, mempunyai nilai lumens 40 yang berarti kita membutuhkan daya (watt) yang lebih besar dari lampu sejenis yang menghasilkan lumens 80 dengan asumsi nilai PAR, kelvin dan aspek lainnya setara karena ketika daya lampu sama bukan berarti nilai lumens nya sama pula.

Aspek lain dari watt adalah output dari lumens per watt aktual yang digunakan. Sebagai pembanding ketika lumens diperhitungkan, output aktual dari 400 watt lampu pijar setara dengan 25 watt cahaya, 400 watt metal halide memancarkan sekitar 140 watt cahaya.

Jika PAR diperhitungkan untuk lebih atau kurang area yang tersinari, maka 400 watt metal halide menghasilkan PAR 140 watt. Lampu HPS 400 watt mempunyai PAR lebih rendah, biasanya antara 120 sampai 128 watt, namun dikarenakan cahaya yang dihasilkan adalah kuning dan hal itu dinilai sebagai lumens yang tinggi (untuk mata manusia).

Watt dari cahaya dibandingkan dengan “usefull light energy” (PUR) dimana nilai watt aktual digunakan dalam membandingkan cahaya dengan cahaya lainnya adalah tidak selalu akurat, contoh: membandingkan metal halide atau LED 75 watt dengan T12 75 watt cool white fluorescent, lampu T12 cool white ini tidak akan mendekati output nilai “usefull light energy” dari metal halide atau LED dengan watt yang sama (walaupun faktor lain yang ada pada metal halide atau LED tidak semuanya sama).

Garis besarnya adalah “watt per liter/gallon” dapat digunakan ketika membandingkan lampu yang sama/sejenis (“apple to apple”) seperti emitter LED high output dengan sesamanya, bukan uuntuk membandingkan lampu t8 dengan T5, dengan T2, dengan metal halide dan terutama dengan LED. Contoh perbadingan sejenis adalah antara emitter LED yang digunakan TMC membutuhkan 0.8 watt per gallon (atau kurang) untuk 25 inchi air (high light yang dibutuhkan reef) dan 0.6 watt per gallon atau kurang untuk Aquascape.

5. CRI

Color Rendering Index (CRI) adalah kemampuan sumber cahaya dalam memberikan akurasi perbedaan warna pada benda, semakin tinggi berarti semakin bagus persepsi penglihatan kita terhadap warna benda. Tetapi tidak semua produsen lampu mencantumkan CRI. CRI memiliki range dari 0-100, biasanya LHE standard hanya memiliki CRI sekitar 80. Ada lampu jenis TL yang sampai CRI 95-97 dan biasanya untuk professional room misalnya laboratorium atau boutique textile.

CRI ini berguna untuk menentukan warna jika digunakan di bawah batasnya dan CRI ini dikembangkan untuk membandingkan kemenerusan sumber spektrum warna cahaya yang mana biasanya nilai CRI selalu di atas 90. Ketika nilai CRI di bawah 90 sangat memungkinkan cahaya memiliki dua sumber spektrum yang berbeda dengan nilai CRI yang sama.

Sebetulnya CRI bukan paramter penting dalam mempertimbangkan lampu yang cocok untuk Aquascape dan faktanya sebagian besar lampu yang dilengkapi keterangan nilai CRI biasanya digunakan untuk kebutuhan industri atau rumah tangga dan bukan untuk akuarium.

6. Kelvin

Jika Anda membeli sebuah lampu biasanya “kelvin” ini tertulis di box/cangkang lampu dan lampu yang beredar dan diperuntukan untuk rumah tangga biasanya memiliki kelvin rate 6500-7000K. Lantas apa yang dimaksud dengan “kelvin”?

Kelvin (K) digunakan dalam industri lampu untuk membedakan temperatur warna yang dipancarkan melalui cahaya, perlu digaris bawahi bawha kelvin ini menyatakan temperatur warna bukan temperatur suhu. Temparatur warna di atas 5500K biasanya di kategorikan “cool” (di dominasi spektrum warna hijau dan biru) dan temperatur warna di bawah 3000K di kategorikan “warm” (di dominasi spektrum warna kuning dan merah).

Coba perhatikan lampu yang digunakan di rumah Anda memiliki dominasi warna cahaya apa, apakah bening atau agak kekuningan. Biasanya lampu berwarna cenderung bening memiliki kelvin rate di atas 5500K dan lampu berwarna kekuningan memiliki kelvin rate di bawah 5500K. Perhatikan gambar di bawah ini….

pencahayaan aquascape
Klik Gambar Untuk Memperbesar

6.1 Beberapa Hal Penting Mengenai Kelvin (K)

  1. Klorofil tanaman akan menyerap cahaya pada panjang gelombang 300-700 nm.
  2. Lampu dengan kelvin rate 6500K memiliki komposisi spektrum warna yang seimbang dan dianggap baik untuk pertumbuhan tanaman. Komposisi spektrum warna yang dimaksud adalah merah-biru dan sedikit kuning-hijau.
  3. Semakin rendah nilai kelvin rate yaitu di bawah 5500K maka dominasi spektrum warnanya adalah kuning lalu merah.
  4. Semakin tinggi nilai kelvin rate yaitu di atas 5500K maka dominasi spektrum warnanya adalah biru seperti lampu 20.000K.
  5. Spektrum warna terbanyak yang dapat ditangkap oleh mata manusia adalah 5500K.
  6. Kelvin rate dari api lilin adalah sekitar 1850-1900K oleh karena itu cahaya yang tampak didominasi spektrum warna kuning dan merah.
  7. Cahaya matahari (satu jam setelah terbit) memiliki kelvin rate sekitar 3500K.
  8. Cahaya matahari (di siang hari) memiliki kelvin rate sekitar 6500K.

6.2 Kelvin Yang Cocok Untuk Tanaman

Berbagai macam observasi telah dilakukan oleh mereka yang serius mendalami Aquascape dan beberapa kesimpulannya adalah :

  1. Lampu 6500K menghasilkan pertumbuhan terbaik secara umum untuk tanaman darat dan sebagian tanaman air (lampu ini biasanya didominasi spektrum merah yang dibutuhkan oleh tanaman tingkat lebih “tinggi”, tapi masih memiliki sedikit spektrum biru 425-500nm. Untuk penetrasi lebih baik dan spektrum yang lebih lengkap, blue actinic, 50.000K/actinic atau LED Royal Blue (445-455nm/100.000K) dapat ditambahkan untuk menyeimbangkan lampu 6500K.
  2. Lampu 9000-10.000K juga memberikan tingkat pertumbuhan yang baik, walaupun tidak sebaik 6500K pada akuarium rendah. Kelvin rate 9000-10.000K sangat baik untuk pertumbuhan soft coral dan LPS, walaupun lebih lambat untuk SPS pada aquarium laut. Lampu 10.000K merupakan pilihan baik untuk mencapai PAR pada aquarium tinggi dibanding 6500K.
  3. Lampu 14.000K (biasanya populer pada Metal Halide dan LED), akan memiliki penetrasi lebih baik dari 10.000K dan masih menghasilkan PAR yang dibutuhkan (ini merupakan lampu “Daylight” tertinggi yang direkomendasikan dan masih menghasilkan pertumbuhan yang baik untuk coral). Sangat cocok untuk aquarium dengan tinggi 40-80 cm.
  4. Lampu 20.000K sangat biru, dan akan mengeluarkan pigmen fluoresen pada kebanyakan coral. Walaupun banyak test dan observasi jika lampu ini digunakan tanpa kombinasi, SPS coral akan tumbuh lambat bahkan tidak tumbuh (kecuali pada aquarium dengan tinggi lebih dari 65 cm)

7. LUX

Lux adalah satuan yang menyatakan intensitas cahaya dan biasa disebut fotometri cahaya. 1 lux = 1 lumens/m2 dan perlu diingat bahwa lux ini hanya membaca intensitas cahaya yang paling sensitif terlihat oleh mata manusia (spektrum hijau). Untuk akuarium sendiri biasanya intensitas minimal adalah 3000 lux dan tidak lebih dari 100.000-120.000 lux di permukaan. Metode perhitungannya dilakukan pada dasar akuarium dengan menggunakan alat khusus pengukur lux yang bernama lux meter.

8. PAR (Photosynthetically Active Radiaton)

PAR adalah salah satu parameter penting dalam menentukan pencahayaan yang cocok dalam Aquascape. Sebetulnya masih ada yang lebih akurat dari sekedar konsep PAR ini yaitu PUR namun sampai saat ini masih sulit untuk mengukur PUR secara akurat sehingga konsep PAR dianggap paling mendekati akurat untuk saat ini.
pencahayaan aquascape
PAR adalah singkatan dari Photosynthetically Active Radiation (Radiasi Aktif untuk Fotosintesis). Gelombang kasat mata yang sudah dijelaskan diatas termasuk dalam konsep PAR ini yaitu seperti cahaya matahari dengan panjang gelombang 400-700 nm dan itu merupakan panjang gelombang yang dibutuhkan tanaman untuk ber-fotosintesis.

Foton pada gelombang pendek (UVC) cenderung bisa menjadi sangat berenergi yang mana bisa merusak sel dan jaringan namun untungnya sebagian besar UVC tersaring oleh lapisan ozon di stratosfir. Cahaya hijau adalah gelombang menengah (550-620nm yang sebagian besar terlihat oleh mata kita) dan inilah mengapa klorofil terlihat berwarna hijau karena dipantulkan kembali ke mata (tidak diserap tanaman).

8.1 Beberapa Istilah Pada PAR Kaitannya Dengan Tanaman

  1. Respon Fototrofi : Klorofil tanaman atau algae pada dasarnya “bergerak” sebagai bentuk respon dari sumber cahaya untuk memulai proses fotosintesis dan respon yang paling baik dan cepat ditemukan pada spektrum warna biru dengan panjang gelombang 420-500 nm.
  2. Respon Fotosintesis : Sebuah proses yang dimulai ketika energi cahaya diserap oleh protein bernama “Photosynthetic Reaction Centers” – Pusat Reaksi Fotosintesis yang mengandung klorofil.
  3. Sintesis Klorofil : Merupakan reaksi kimia dan jalur “bergerak” hormon tanaman sesaat setelah menerima cahaya yang sesuai (sekitar 670 nm) dan diteruskan sebagai pertumbuhan tanaman.

8.2 Mengukur PAR

Sebetulnya nilai dari kelvin rate sendiri bisa mengukur/mengira-ngira kisaran nilai PAR dan ada juga konversi dari LUX ke PAR namun diketahui bahwa 2 cara tersebut tidak akurat atau bahkan cenderung salah. Saat ini hanya PAR meter (biasa disebut Quantum Light Meter) yang bisa memberikan perhitungan PAR lebih akurat untuk kebutuhan aquarium (bisa untuk permukaan air atau substrate). 

Nilai PAR ini dinyatakan dalam satuan µMol/m2/sec (atau biasa disebut micromols atau mmol). Lihat postingan ini untuk mengetahui lebih jelas mengenai PAR meter : http://www.plantedtank.net/forums/837592-post21.html

Terjemahan dari sumber di atas

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa banyak sekali faktor yang mempengaruhi nilai PAR diantaranya :

  1. Jenis lampu yang digunakan.
  2. Daya dan kelvin juga ikut mempengaruhi.
  3. Jarak penempatan lampu yang dihitung dari dasar akurium/substrat.
  4. Reflektor yang digunakan.
  5. Dengan jarak lampu yang sama, penentuan titik pengukuran di dasar susbtrate juga menghasilkan nilai PAR yang berbeda-beda meskipun tidak terlalu signifikan.

9. PUR (Useful Light Energy)

Entah darimana konsep PUR ini berasal yang jelas konsep ini setingkat lebih baik dan lebih akurat jika dibandingkan dengan konsep PAR. Jika PAR hanya mengukur radiasi gelombang cahaya yang aktif pada proses fotosintesis tanaman maka pada konsep PUR lebih dipersempit lagi, PUR (Photosynthetically Usable Radiation) mengukur radiasi gelombang cahaya yang memang benar-benar digunakan oleh tanaman untuk ber-fotosintesis secara efektif.

Masalahnya adalah bukan perkara mudah untuk mengukur PUR secara akurat, saya belum tahu apakah sudah ada alat khusus atau belum untuk mengukur PUR. Jika memang ada alat khusus seperti halnya PAR meter maka sudah pasti untuk saat ini harganya mahal. Faktor itulah yang menyebabkan masih banyak yang menggunakan konsep PAR dalam menentukan pencahayaan Aquascape yang sesuai.

PUR adalah fraksi dari PAR yang diserap oleh pigmen zooxanthellae yang menstimulasi fotosintesis. Seperti yang disebutkan sebelumnya, PUR adalah gelombang cahaya / spektrum pada rentang 400-550nm dan 620-740nm. Menggunakan spektograf sebenarnya kurang lengkap, namun tetap berguna untuk memperkirakan kadar PUR.

Teknologi terbaru mampu menentukan spektrum yang tepat untuk lampu sehingga bisa efisien secara daya yang digunakan, *daripada memproduksi lampu dengan daya yang besar namun banyak energi terbuang yang tak digunakan oleh tanaman. Inilah alasan utama mengapa aturan “watt/liter” sangat tidak berguna ketika diaplikasikan pada teknologi saat ini.

Bahkan lampu neon terbaik yang memiliki temperatur Kelvin 6500K pun masih menghasilkan spektrum kuning-hijau yang kebanyakan tidak bermanfaat untuk tanaman maupun coral. Inilah mengapa lampu 6000-8000K ketika diaplikasikan pada aquarium terutama yang dalam, secara umum menghasilkan PAR yang lebih baik walaupun masih memiliki spektrum kuning-hijau.

Referensi lain tentang PUR bisa dilihat di link berikut : PUR vs PAR in Aquarium Lighting; Including Spectrographs

10. LUMENS

Lumens adalah jumlah/intensitas cahaya yang dipancarkan, semakin tinggi lumens sebuah lampu maka semakin terang intensitas cahaya yang dilihat oleh mata manusia. Pada masing-masing box lampu biasanya sudah disertakan spesifikasi tentang lumens ini dalam satuan lumens/watt.

Contoh dalam menghitung lumens : Lampu T12 misalnya memiliki daya 20 watt dan lumens 800 sehingga lumens/watt menjadi 800/20 = 40 lumens/watt. Contoh lain adalah lampu T2 dengan daya 13 watt memiliki lumens 950 sehingga lumens/watt menjadi 950/13 = 73 lumens/watt.

10.1 Lumens Yang Terfokus

Harus diperhatikan juga bahwa lumens dapat memberikan informasi yang tidak akurat ketika mempertimbangkan kebutuhan lampu untuk akuarium. Lampu LED adalah contoh yang baik dimana teknologi baru dari lampu yang mempunyai fokus energi cahaya yang kuat dengan sedikit kehilangan energi cahaya tersebut (contohnya: Restrike), tidak seperti kebanyakan dari bermacam lampu yang tersedia untuk akuarium.

Dengan terfokusnya energi cahaya, LED terkadang hanya membutuhkan setengah dari lumens (atau kurang) untuk memberikan esensi dari energi cahaya (seperti PAR) untuk tanaman, coral dan lainnya. Generasi baru LED sudah memperhitungkan jumlah pengurangan lumens untuk lampu sepanjang 20 inchi daripada lampu CFL (seperti pada test yang perbandingan yang memperlihatkan 166% lebih lumens pada LED yang mempunyai watt yang sama dengan lampu CFL standar).

11. Jenis-Jenis Lampu Untuk Akuarium

11.1 T8 & T12

  • Lampu T12 menggunakan pin standar dengan berdiamter 1,5 inch. Lampu jenis ini membutuhkan watt lebih banyak untuk mendapatkan rasio lumen/watt yang sama. Secara umum lampu tipe ini adalah yang termurah dan walaupun agak “old school”, beberapa orang masih menggunakannya untuk akuarium low tech walaupun efisiensi nya buruk.
    pencahayaan aquascape
  • Lampu T8 menggunakan pin standar juga dengan diameter 1 Inch. Dibandingkan dengan lampu T12 40W yang berukuran panjang 48 inchi, lampu T8 berukuran sama biasanya memiliki daya 32W. Walaupun memiliki daya yang lebih kecil, lampu T8 lebih efisien dengan watt yang lebih sedikit. Lampu T8 saat ini merupakan lampu aquarium yang paling banyak digunakan untuk akuarium.

11.2 T5

Lampu T5 biasa berdiamater 13 mm dengan rata-rata lumens/watt sekitar 65, berarti untuk 20 watt jenis lampu ini memiliki total lumens 1300. Lampu jenis ini sangat populer di kalangan penghobi baik itu Aquascape ataupun akuarium air laut karena berbagai alasan, diantaranya adalah lampu jenis ini berukuran kecil, tersedia banyak jenis dilihat dari nilai lumensnya.

Ketika lampu neon terbaru yaitu jenis T2 sudah keluar, lampu T5 lebih cocok untuk akuarium dengan tinggi diatas 50cm, karena lampu T5 yang beredar memiliki watt yang lebih tinggi. Satu kekurangan lampu T5 adalah quality control yang buruk pada set lampu akuarium T5 (bukan bohlamnya). Masalah ini biasanya terjadi pada ballast lampu T5-HO atau T5-VHO.

11.3 T2

Lampu jenis ini merupakan teknologi terbaru untuk lampu neon (fluorescent) dan berdiameter 7 cm. Ukurannya yang kecil menjadi kelebihan tersendiri karena Anda tidak memerlukan banyak space ketika menggunakan T2. Lampu T-2 13w/6400K memiliki panjang 20 inch dan menghasilkan 950 lumen (73 lm/w) dengan sedikit energi kuning/hijau tak terpakai yang banyak ditemukan pada lampu fluorescent jenis lain.
pencahayaan aquascape

pencahayaan aquascape
Contoh penggunaan lampu T2 yang bisa dibuat seri ataupun paralel.

Generasi terbaru lampu T2 hanya membutuhkan watt yang lebih sedikit untuk menghasilkan PUR yang sama dibanding semua lampu lain kecuali LED. Bicara soal LED, lampu T2 adalah kombinasi sempurna bagi LED (untuk penghematan biaya juga karena LED masih relatif mahal). Gambar diatas menunjukkan aquascape yang baru si set dengan 4x LED GroBeam 500 dan 4x T2 6400K menggunakan reflektor Mylar.
pencahayaan aquascape

11.4 VHO Power Compact (Lampu PL)

VHO sendiri merupakan singkatan dari “Very Hight Output”dan lampu jenis ini memiliki berbagai macam ukuran dengan daya maksimal mencapai 180W dan dengan panjang kurang dari 100cm (1m). Dilihat dari daya, lampu jenis ini menjadi pesaing lampu metal halide (MH) meskipun penetrasi cahayanya tidak sebaik metal halide.
pencahayaan aquascape

11.5 CFL/PC (Lampu Neon Hemat Energi)

Ini merupakan jenis lampu yang sering digunakan dalam rumah tangga sehingga saya kiran sudah tidak asing lagi. CFL sendiri merupakan singkatan dari “Compact Flourescent Lamp” atau PC “Power Compact”. Lampu ini memiliki berbagai macam bentuk pin, lurus, kotak, dan yang umumnya sudah terdapat ballast sendiri dengan pin berbentuk ulir seperti pin bohlam pijar. Lampu ini kurang lebih sama dengan lampu T5 dari segi lumen/watt (sekitar 60 lm/w).
pencahayaan aquascape

pencahayaan aquascape

Jenis lampu ini bisa digunakan untuk Nano Reeftank dibawah 120L, terlebih lagi jika kap lampu nya sudah ada fitting nya (seperti gambar dibawah) sehingga tidak butuh membeli peralatan lain.

11.6 SHO (Lampu Ulir Hemat Energi HO/Hight Output)

SHO merupakan singkatan dari “Super High Output” dan juga jenis lampu ini sering digunakan oleh para penghobi dalam Aquascape. Lampu 105W SHO daylight menghasilkan 6300 lumens, setara dengan 525W lampu compact standar. Ini menghasilkan 60 lm/w; bagaimanapun angka ini tidak bisa dijadikan patokan, tapi kamu bisa menambahkan lampu ini lebih banyak dan juga menggunakan reflektor yang efisien.
pencahayaan aquascape
pencahayaan aquascape

pencahayaan aquascapeSaya adalah salah satu orang yang menggunakan jenis lampu ini pada Aquscape. Penggunaan lampu SHO memerlukan reflektor yang baik dan Anda bisa membuatnya sendiri dari bahan aluminium foil. Biasa disebut dengan Hood yaitu berupa rumah lampu untuk jenis lampu ini. Satu buah Hood biasa ditempati 2-4 lampu SHO tergantung dari kebutuhan.

11.7 MH (Metal Halide)

Jika Anda senang dengan olahraga renang lampu jenis inilah yang biasanya digunakan untuk menyinari seluruh area kolam renang di malam hari, selain cakupan cahaya yang dihasilkan luas lampu jenis ini pun memiliki penetrasi yang baik sehingga mampu menembus kolom air pada kedalam tertentu. Oleh karena itu meskipun kolam renang itu dalam tapi dengan menggunakan jenis lampu ini dasar dari kolam renang dapat terlihat jelas.
pencahayaan aquascape
pencahayaan aquascape

Beberapa orang mengatakan untuk akuarium dengan tinggi lebih dari 75 cm, lampu MH masih menjadi pilihan terbaik, terutama jika digunakan dengan kombinasi spektrum lain (lampu MH 10.000K secara umum memberikan PUR terbaik untuk akuarium dibawah 50cm).

MH bekerja dengan pencampuran gas halida dan elemen2 lain, cahaya dihasilkan dari gelembung2 kecil gas yang tertahan oleh kawat logam atau semacamnya. Listrik mengalir diantaranya, memanasinya, sama seperti filamen bohlam pijar. Inilah alasan mengapa lampu MH menghasilkan panas lebih dari lampu manapun.

12. Penutup

Banyak poin penting yang bisa Anda dapat dari pembahasan mengenai pencahayaan Aquascape ini. Saya sendiri pada awalnya sangat dibingungkan oleh penjelasan ini dan saya memandang penjelasan seperti ini lebih cocok untuk seorang peneliti bukan untuk seorang penghobi…hehe Apakah seribet itu ketika kita menentukan pencahayaan Aquascape? itulah pertanyaan saya dulu tapi ketika sedikit demi sedikit paham Anda akan memandang semuanya mudah dan banyak jalan pintas untuk mendapatkan hasil yang sama dalam pencahayaan Aquascape.

Aquascape semakin berkembang dan akan terus berkembang, saat ini sudah banyak yang meninggalkan jenis-jenis lampu yang saya sebutkan di atas dan kebanyakan dari mereka sekarang beralih ke LED. Bukan tanpa alasan, dari berbagai faktor LED lebih baik dibandingkan dengan jenis-jenis lampu tersebut mulai dari hemet energi, kompatibilitas dalam mencampur spektrum warna hingga banyak modifikasi yang bisa dilakukan dengan LED tapi tidak bisa dilakukan dengan lampu jenis lainnya.

Bagi saya kelemahannya cuma 2 yaitu harganya mahal dan bagi yang tidak suka elektro tentunya bukan hal mudah merakit LED sendiri dan lebih memilih membeli barang jadi yang lagi-lagi akan semakin mahal :D. Saya bukan orang elektro tapi berkat keingintahuan lebih saya bisa merakit LED sendiri dan sempat saya pasarkan di grup AQUASCAPE Facebook. Project LED saya tidak berlanjut karena saya lebih banyak merugi daripada untung mengingat saya belum menemukan tempat yang murah menjual komponen-komponen LED. (kok jadi curhat)…

Untuk masalah LED masih banyak yang bisa saya share/bagi kepada Anda termasuk cara merakit LED sendiri dengan mudah. InsyaAllah pada kesempatan berikutnya saya akan mengupas tuntas mengenai LED. Thanks 🙂

Sumber Artikel :

8 thoughts on “Kupas Tuntas Pencahayaan Aquascape

  1. Om untuk aquarium pxlxt 79x25x2, kan akuarium nya panjang dan tinggi nya rendah, lampu yg cocok buat medium lampu yg mana dengan watt berapa om? Mohon penjelasannya saya masih sangat newbie dalam hal aquascape om..

  2. Om untuk aquarium pxlxt 79x25x25, kan akuarium nya panjang dan tinggi nya rendah, lampu yg cocok buat medium lampu yg mana dengan watt berapa om? Mohon penjelasannya saya masih sangat newbie dalam hal aquascape om..

  3. Gue ada jual led 10 ribu satu buah 10watt dan 6500k-6700k…klo minat bisa kirim2 keseluruh indonesia menyedia kan yg sudh di solder juga bisa hubungi:08971141543….saya jamin sendiri ngak ada tipu2

  4. Mas mau tnya saya punya tank 60x35x30 rencana mau rakit LED HPL sendiri, di dlm tank ada tanaman warna merah, mohon bantuan utk akumulasi total LED HPL yg hrs saya pakai, sama kombinasinya brp aja utk white, blue dan red

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *