(Pengantar) DIY LED Aquascape

Halo teman-teman scapers… Bermaksud melanjutkan pembahasan saya mengenai pencahayaan Aquascape, kali ini saya membuat artikel khusus tentang LED Aquascape lebih tepatnya “DIY LED Aquascape”. Tidak terlalu banyak yang akan saya bahas kali ini dan ini saya anggap sebagai pengantar saja mengenai DIY LED. Saya sarankan Anda untuk membaca terlebih dahulu artikel saya tentang “Pencahayaan Aquascape”.

Saya mempelajari semua ini dari trit yang membahas khusus tentang LED di Indoaquascape Forum yaitu yang dibuat oleh Wendy Kurniawan dan pada artikel selanjutnya saya akan menyertakan videonya tentang cara-cara merakit LED sendiri step-by-step. Video akan menjadi metode pembelajaran yang efektif dan saya pun bisa merakit LED karena belajar dari video tersebut.

Saya yakin jika memang niat Anda semua bisa membuat DIY LED dengan merakitnya sendiri. Anda yang lemah dalam bidang elektro jangan khawatir karena saya pun sama, yang dibutuhkan hanya pengetahuan elektro dasarnya saja 🙂

1. Kelebihan dan Kekurangan LED

Mungkin Anda bertanya-tanya apa yang membuat orang sekarang banyak beralih ke teknologi LED khususnya LED untuk Aquascape/Akuarium. Berikut beberapa kelebihan dan kekurangan LED yang harus Anda tahu.

Kelebihan :

  1. Daya LED lebih hemat hingga 70% jika dibandingkan dengan lampu neon biasa, LED jenis HPL yang akan dibahas disini hanya menggunakan 30-40% daya neon untuk menghasilkan intensitas cahaya yang sama.
  2. Efektifitas LED dalam menumbuhkan tanaman dan menekan pertumbuhan Algae mencapai 300% lebih baik dibandingkan neon.
  3. Durabilitas LED mencapai 50.000 jam, sedangkan neon 10.000 jam. 50.000 jam kira2 berapa tahun tuh, dihitung aja sendiri yaaaa.
  4. Dalam setahun intensitas neon menurun dan harus diganti, sedangkan LED diklaim 4-5x lebih tahan.
  5. Spektrum LED bisa disesuaikan sehingga bisa jauh lebih efektif dibanding neon alias bisa CUSTOM disesuaikan dengan ukuran Aquarium dan disesuaikan juga berdasarkan jenis tanaman yang dipelihara karna setiap jenis tanaman Aquascape tentunya membutuhkan intensitas cahaya yg berbeda-beda.

Kekurangan :

  1. Sama seperti investasi tabung CO2, komponen LED memang agak mahal dan akan terasa berat di awal tapi percayalah ini merupakan investasi yang baik karena jika dilihat jangka panjang banyak keuntungan yang Anda dapat mulai dari hemat listrik dan daya tahan LED juga memang lebih baik.
  2. Mungkin bagi yang tidak tertarik dengan elektro akan malas untuk merakit sendiri dan lebih memilih beli berupa barang jadi.

2. Beberapa Istilah Penting Yang Harus Dipahami

Sebelum lebih jauh lagi membahas mengenai LED, Anda perlu mengenal beberapa istilah yang nantinya akan sering Anda dengar terkait LED ini.

  1. Ampere : Adalah satuan arus listrik (standar international) dengan simbol “I”
  2. Beam Spread : Adalah sudut pancaran cahaya LED yang dinyatakan dalam satuan derajat, sudut ini bisa diatur dengan menggunakan optical lens.
  3. Voltase : Adalah satuan tegangan listrik dengan simbol “V atau Volts”
  4. Watt : Adalah satuan daya listrik dengan simbol “W”
  5. Forward Voltage : Adalah Jumlah tegangan yang diturunkan tiap emitter pada rangkaian LED seri.
  6. PAR : Photosynthetically Active Radiation. Spektrum warna tertentu yang paling aktif digunakan tanaman untuk fotosintesis.
  7. Parallel : Sistem rangkaian listrik yang memungkinkan setiap jalurnya menerima tegangan/voltase yang sama.
  8. Series/Seri : Sistem rangkaian listrik yang terdiri dari 2 atau lebih komponen dan setiap komponen menerima arus dan tegangan yang relatif sama.
  9. Tinning : Adalah teknik penyolderan dengan terlebih dahulu menempelkan sedikit timah pada area yang akan di solder.

3. Aturan Main Merakit DIY LED

Agar lebih memudahkan Anda dalam menentukan komposisi spektrum warna yang cocok untuk Aquascape, saya akan buat aturan main yang perlu Anda perhatikan. Aturan main ini sebetulnya berupa kesimpulan/rangkuman dari berbagai percobaan yang dilakukan orang terkait DIY LED.

3.1 Lumens Untuk Rata-Rata Emitter

Untuk saat ini, emitter LED merek “Cree” yang paling baik dilihat dari kualitasnya namun harganya relatif mahal, alternatif lain Anda bisa menggunakan produk emitter buatan China yang banyak dijual di dalam negeri. Lumens yang saya sertakan disini adalah berdasarkan beberapa produk baik itu Cree ataupun produk China dan diambil angka rata-rata nya dengan asumsi antara produk satu dengan yang lain tidak jauh berbeda.

  • Emitter 3000K : 90-100 Lumens
  • Emitter 3200 K (Warm White) : 110-115 Lumens
  • Emitter 6500K-7000K (Day Light) : 110-130 Lumens
  • Emitter Royal Blue (460 nm) : 25-30 Lumens
  • Emitter Red (620 nm) : 50-60 Lumens

3.2 Klasifikasi Tingkat Pencahayaan Kaitannya Dengan Nilai PAR

Klasifikasi yang dimaksud adalah menentukan nilai PAR untuk masing-masing tingkat pencahayaan seperti low light, medium light dan high light. Nilai ini berdasarkan beberapa percobaan yang dilakukan orang-orang dan tidak bersifat mengikat atau sewaktu-waktu dapat berubah.

  • Low Light : 15-30 micromols PAR. Dengan tingkat pencahayaan seperti ini biasanya injeksi CO2 secara artifisial tidak diperlukan namun tetap akan sangat membantu pertumbuhan tanaman.
  • Medium Light : 35-50 micromols PAR. Injeksi CO2 secara artifisial cukup diperlukan untuk membantu pertumbuhan tanaman.
  • High Light : > 50 micromols PAR. Dengan tingkat pencahayaan seperti ini injeksi CO2 secara artifisial sangat diperlukan karena tingkat fotosintesis tanaman akan semakin tinggi.

Masalahnya adalah, dengan cara seperti apa kita mengetahui nilai PAR dari sebuah lampu yang digunakan? Caranya dengan menggunakan alat bernama PAR meter yang sudah tersedia/dijual bebas. Namun tidak semua orang punya alat ini dan akan lebih mudah jika acuan yang dibuat bukan berupa nilai PAR tapi daya (watt). Tenang, sudah ada acuan dasar berupa output daya (watt) yang saya buat dalam bentuk tabel excel.

[su_button url=”http://jurnalaquascape.com/wp-content/uploads/2015/06/Ketentuan-Low-medium-dan-high.xls” target=”blank” style=”glass” background=”#199d00″ size=”5″ center=”yes” radius=”0″ icon=”icon: download”]Klik Untuk Mendownload[/su_button]

3.3 Rekayasa Pertumbuhan Tanaman

Seperti yang sudah dijelaskan pada bagian “kelebihan LED” yaitu spektrum warna LED bisa kita atur sampai menemukan komposisi warna yang cocok untuk Aquascape kita. Perlu diingat kembali bahwa tanaman akan dengan baik menyerap spektrum biru dan merah, sedangkan spektrum hijau dan kuning cenderung dipantulkan kembali sehingga tidak banyak dibutuhkan tanaman untuk berfotosintesis.

Sebuah sistem yang dapat merekayasa pertumbuhan tanaman hanya dengan mengatur komposisi/pencampuran warna LED sudah dibuat dan dipraktekkan oleh banyak orang. Sistem rekayasa tersebut di bagi menjadi 3 yaitu Normal Light, Semi GrowLight dan Full GrowLight.

A. Normal Light

Adalah rekayasa pertumbuhan tanaman yang tidak terlalu menitik beratkan pada pertumbuhan tapi juga mempertimbangkan faktor keindahan Aquascape. Setelah kita tahu bahwa spektrum warna yang disenangi tanaman adalah biru dan merah berarti jika ingin pertumbuhan yang optimal kita diharuskan menggunakan LED dengan di dominasi spketrum biru dan merah.

Pertumbuhan tanaman akan semakin baik dan cepat namun Aquascape kita jadi kurang enak dilihat karena cahaya yang dihasilkan cenderung merah kebiruan. Oleh karena itu, pada sistem normal light ini kita menggunakan spektrum warna campuran yang di dalamnya ada spektrum hijau dan kuning juga.

  • Komposisinya adalah : 20% Royal Blue (460 nm) + 20% Warm White 3500K + 60% Day Light atau Cool White (6500-7500K), atau bisa juga ditulis dengan perbandingan 1:1:3.
  • Cahaya yang dihasilkan dari komposisi tersebut biasanya putih bening dan tanaman akan tetap tumbuh dengan baik meskipun tetap beresiko munculnya algae karena kita tetap menyertakan spektrum hijau dan kuning.
  • Pertumbuhan tanaman akan lebih cepat jika dibandingkan dengan lampu neon.
  • Pertumbuhan Algae akan lebih lambat 90% jika dibandingkan lampu neon.
  • Lebih menghemat penggunaan pupuk dan maintenance akan semakin ringan.

B. Semi GrowLight

Adalah rekayasa pertumbuhan tanaman yang hampir sama dengan Normal Light namun pada settingan ini spektrum hijau dan kuning lebih dikurangi.

  • Komposisinya adalah : 33% Royal Blue (460 nm) + 33% Warm White 3500K + 33% Day Light atau Cool White (6500-7500K), atau bisa juga ditulis dengan perbandingan 1:1:1.
  • Cahaya yang dihasilkan biasanya keunguan.
  • Pertumbuhan tanaman lebih cepat 2x dibandingkan lampu neon.
  • Pertumbuhan Algae akan lebih lambat 90% jika dibandingkan lampu neon.
  • Lebih menghemat penggunaan pupuk dan maintenance akan semakin ringan.

B. Full GrowLight

Adalah rekayasa yang dikhususkan untuk pertumbuhan tanaman dengan komposisi spektrum LED didominasi warna merah dan biru. Cara ini hanya cocok untuk Anda peternak atau yang bermaksud memperbanyak tanaman di dalam ruangan.

  • Tidak ada aturan khusus mengenai komposisi yang jelas, dominasi spektrum warna yang Anda gunakan adalah Royal Blue, Red dan Warm White. Anda bisa menggunakan perbandingan 1:1:1 dari ketiga spektrum warna tersebut.
  • Cahaya yang dihasilkan biasanya merah kebiruan dengan kombinasi full PAR.
  • Pertumbuhan tanaman 3x lebih cepat dibandingkan lampu neon.
  • Pertumbuhan algae akan sepenuhnya ditekan dan kecil kemungkinan algae dapat tumbuh dibandingkan lampu neon.

Untuk lampu putih 6500K, panjang gelombang cahaya di dominasi kuning dan hijau sehingga kurang efektif untuk pertumbuhan tanaman jika tidak dipadukan dengan spektrum warna yang lain. Dalam hal ini Anda perlu memadukan LED 6500K dengan royal blue ataupun warm white.

LED Royal Blue 100.000K, panjang gelombang cahaya di dominasi deep blue (biru tua keunguan) dan spektrum ini sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman.

Led Warm White 3200-3500K, panjang gelombang cahaya di dominasi merah dan kuning  dan spektrum merah yang terkandung sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman.

Untuk lebih jelasnya perhatikan grafik spektrum/panjang gelombang yang dominan dari masing-masing jenis emitter berikut ini.

diy led
Contoh LED merek “Cree” 10.000K (Cool White)
diy led
Contoh LED merek “Cree” 6500-7000K (Day Light)
Contoh LED merek "Cree" 3200-3500K (Warm White)
Contoh LED merek “Cree” 3200-3500K (Warm White)
Contoh LED merek "Cree" 100.000K (Royal Blue)
Contoh LED merek “Cree” 100.000K (Royal Blue)

Bersambung dulu ya om tante untuk cara merakitnya, akan terlalu panjang jika semuanya saya bahas disini. Cara merakit DIY LED akan saya bahas di postingan selanjutnya, thanks.  😉

Sumber : IndoAquascape Forum 

9 thoughts on “(Pengantar) DIY LED Aquascape

    1. Gan mo nanya dong,, nyari lednya yg lngkap dmn yaw..

      Mohon pencerahannya,, infonya sangat membantu good artikel..

      1. Di artikel berikutnya yang berjudul “Cara Membuat DIY LED” ada gan infonya, saya lupa soalnya. Klo mau di grup Aquascape Facebook juga banyak yang jual.

  1. Mas, mau tanya” sedikit, klo sy buat led DIY 30watt dgn campuran warnanya 20% royal blue dan 80% cool white(6500k),pertanyaanya apa kekurangan dan kelebihan nya utk pertumbuhan tanaman di aquascape?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *