Cara Mudah Dalam Menggunakan Kalkulator LED

Untuk Anda yang masih bingung bagaimana cara menggunakan kalkulator LED sengaja saya membuat postingan khusus ini yang akan membahas bagaimana caranya menggunakan kalkultor LED dengan mudah, gak pake ribet! Saya yakin Anda nantinya paham asalkan benar-benar menyimak dengan baik!

Gak perlu dijelasin lagi apa itu kalkulator LED, saya anggap Anda sudah khatam membaca artikel mengenai pencahayaan di situs ini termasuk artikel tentang Tutorial Membuat DIY LED. Saya coba memposisikan diri sebagai orang yang baru pertama kali berkenalan dengan Aquascape dan berniat untuk ingin membuat DIY LED, meskipun biasanya orang yang baru mengenal Aquascape tidak akan langsung terjun untuk membuat DIY LED karena saya pun dulu begitu. Saya kenal dan mencoba membuat DIY LED setelah beberapa bulan mengenal Aquascape.

Meskipun begitu, Anda jangan berpikir bahwa dengan hanya membaca artikel ini Anda langsung bisa membuat DIY LED. Saya tetap menyarankan untuk mempelajari SELURUH artikel tentang pencahayaan di situs ini dari awal sampai akhir dan dipahami betul. Setidaknya inilah cara yang saya gunakan dalam menggunakan kalkulator LED dan mungkin setiap orang akan berbeda-beda dalam menggunakan tabel kalkulator tersebut.

Kalkulator LED yang saya maksud adalah berupa tabel yang dibuat menggunakan Microsoft Excel dan sudah disertai formula, sebelumnya kita perlu berterima kasih terlebih dahulu pada orang yang membuatnya yaitu akun yang bernama Hoppy di forum “PlantedTank”. Itu berdasarkan informasi yang saya baca dan koreksi saya jika keliru karena bisa saja yang membuatnya adalah orang lain. Untuk kalkulator yang akan saya gunakan dalam tutorial kali ini sedikit berbeda karena sudah saya modifikasi sedikit agar lebih user friendly dan mudah digunakan oleh siapapun. Saya sengaja loh memodifikasi ulang demi kalian para pembaca jadi kalau masih ada yang gak ngerti sungguh terlalu! 😀 Tapi tetap saya persilahkan jika ada yang ingin bertanya melalui kolom komentar.

Ini adalah cara yang saya gunakan dalam menentukan berapa spasi antar LED yang akan digunakan nantinya. Dengan mengetahui nilai spasi antar LED nantinya Anda akan tahu berapa jumlah LED yang harus digunakan. Jadi ingat! jangan menentukan jumlah LED di awal jika ingin mengikuti cara saya.

Cara Mudah Menggunakan Tabel Kalkulator LED (Simak Baik-Baik Tahapannya!)

  1. Download dulu bahannya, klik disini!
  2. Perhatikan gambar dari tabel tersebut : Cara Mudah Menggunakan Kalkulator LEDJika ingin mengiktui cara saya maka langsung gunakan tabel yang berwarna hijau, tabel merah dan biru tidak perlu digunakan. Pertama yang perlu Anda tentukan adalah “Besaran Nilai PAR” yang ingin dicapai! Lihat tabel berwarna kuning dan pilih berapa nilai PAR yang akan Anda gunakan.
  3. Misal, saya ambil contoh 50 micromols untuk settingan medium light, masukkan angka 50 ke tabel hijau di bagian “PAR (micromols)” Cara Mudah Menggunakan Kalkulator LED
  4. Tentukan nilai Lumens/LED, lihat tabel coklat di sebelah kanan atas. Itu adalah nilai lumens dari beberapa emitter LED dengan daya 1 watt. Nilai tersebut saya ambil dari situs kiosled.com dan bisa saja tidak akurat tapi dalam hal ini kita anggap bahwa nilai tersebut akurat. Umumnya, untuk menentukan nilai lumens Anda perlu menghitung semua jumlah lumens dari total LED yang Anda gunakan karena beberapa warna LED memiliki nilai lumens yang berbeda sehingga lumens yang digunakan adalah hasil rata-rata dari jumlah lumens yang Anda gunakan. Misalkan nilai rata-rata lumens yang Anda dapat adalah 100, maka masukkan angka 100 ke bagian “Lumens Per LED” Cara Mudah Menggunakan Kalkulator LED
  5. Selanjutnya menentukan jumlah rows/deret yang akan Anda gunakan, pengalaman saya untuk settingan medium light dan low light hanya perlu menggunakan 2 rows/deret saja dan untuk settingan high light menggunakan 4 rows/deret. Meskipun begitu, biasanya saya membatasi nilai akhir yang berupa “Spasi Antar LED”. Jika hasilnya kurang dari 1 inchi (2,54 cm) maka Anda perlu menambah jumlah rows karena menurut saya spasi antara led itu minimal 2,5 cm, jika kurang dari angka tersebut maka emitter akan terlalu rapat dan kurang baik. Contoh misalnya kita gunakan 2 rows maka masukkan angka 2 ke bagian “Jumlah Rows”. Cara Mudah Menggunakan Kalkulator LED
  6. Ukur berapa jarak LED nantinya dari substrate, misalkan tinggi akuarium Anda 45 cm dan tebal substrate 5 cm, tinggi dudukan LED 5 cm. Berarti (tinggi akuarium – tebal substrate) + tinggi dudukan LED. (45-5) + 5 = 45 cm, konversikan ke inchi yaitu dibagi 2.54 = 17.716. Masukkan angka tersebut ke bagian “Jarak LED Dari Subtrate (inchi)”. Terakhir, tentukan sudut lensa yang Anda gunakan. Sudut lensa yang biasa digunakan untuk Aquascape adalah 60 derajat tapi jika Anda tidak menggunakan lensa tulis saja 120 derajat karena emitter tanpa lensa sudut pancaran cahayanya sebesar 120 derajat. Dalam hal ini saya tidak menggunakan lensa jadi saya ambil angka 120 derajat! Cara Mudah Menggunakan Kalkulator LED

Lihat hasilnya, Spasi antar LED yang kita hitung menggunakan kalkulator tersebut adalah 0.97 Inchi! Seperti yang sudah saya jelaskan bahwa minimal spasi yang ideal itu adalah 1 inchi dan kita lakukan pembulatan saja dari 0.97 menjadi 1 inchi (2.54 cm). Perlu diingat bahwa kalkulator tersebut dibuat dengan acuan produk emitter “Cree” yang dikenal merupakan produk terbaik dikelasnya sehingga jika kita menggunakan merek selain itu kita kurangi jarak spasi LED tersebut dengan harapan dapat menyamai efektifitas LED produk “Cree”.

Kita gunakan angka final 2.5 cm! Sampai sini Anda belum tahu berapa jumlah LED yang harus Anda gunakan, betul? Inilah tujuan kita mencari angka spasi antar LED yaitu salah satunya untuk mengetahui jumlah LED yang harus kita gunakan! Silahkan ukur Panjang Heatsink yang akan Anda gunakan, panjang heatsink biasanya diatur lebih pendek dari panjang akuarium Anda. Misal, panjang akuarium Anda 80 cm dan panjang hetasink sekitar 70 cm. Dalam hal ini berarti Anda memberi celah masing-masing 5 cm di setiap sisi akuarium karena letak heatsink nantinya tetap ditengah akuarium Anda melintang.

Selanjutnya gunakan formula ini untuk menghitung jumlah LED yang akan digunakan :

(panjang heatsink/spasi antar emitter) – 1

(70 cm/2.5 cm) – 1 = 27 LED atau 27 emitter yang harus Anda gunakan dalam satu rows!

Berdasarkan perhitungan tabel tadi, Anda menggunakan 2 rows sehingga 27×2 = 54 adalah total jumlah LED atau emitter yang harus Anda gunakan. Cara mendeskripsikan skenario yang telah Anda buat diatas adalah seperti ini.

Untuk mencapai tingkat pencahayaan medium yaitu dengan nilai PAR 50 micromols pada akuarium ukuran panjang 80 cm dan tinggi 45 cm diperlukan 54 pcs emitter 1 watt yang diatur dalam 2 rows dimana tiap rows nya terdiri dari 27 pcs emitter 1 watt sehingga total daya LED yang digunakan adalah 54 watt.

Tamat! Selamat, Anda telah berhasil mengatur rencana pembuatan DIY LED… Selanjutnya, simpan data termasuk angka-angka tersebut untuk selanjutnya di realisasikan ! 🙂 Semoga bermanfaat.

28 thoughts on “Cara Mudah Dalam Menggunakan Kalkulator LED

  1. ikutan blajar ya bro …dah di baca bolak balik nih … ampe mata w kicer…hehehehe. alhamdllah paham dikit… Mantab nih.. nambah ilmu.tq..tq..tq

  2. ijin nanya mas bro…klo  aku pake  LED  untuk ukuran tank  P = 91 L = 40 T = 45  yang  berapa watt LED  nya ya  mas untuk  low saja  mas…thank  you sebelumnya  mas   bro 🙂

  3. Perkiraan untuk low antara 35-40, tapi klo mau lebih akurat lebih baik ngitung manual mas pake metode yang saya jelaskan di atas dengan menggunakan kalkulator LED.

      1. PAR sama Watt itu beda. Maksudnya, perkiraan untuk setingan low di akuarium panjang 90 cm itu 35-40 watt, klo PAR nilainya tetap dia, gak dipengaruhi sama ukuran atau volume akuarium.

        Contoh: Setingan low dalam hal watt di akuarium 30 cm pasti beda dengan di akuarium 60 cm, tapi klo setingan low dalam hal PAR pasti sama di kedua akuarium.

  4. Mas, mau tanya… sebelumnya sy pernah mendengar rumus tentang berapa watt yang harus digunakan, yaitu   Watt = p x l x t / faktor pembagi. Adapun faktor pembaginya adalah kalo low light dibagi 5000, medium light dibagi 2500, dan high light dibagi 1250. Contoh kasus di atas misalnya dimensi tank adalah 80 x 45 x 45 dengan pencahayaan medium. Maka keperluan cahaya dalam watt-nya adalah 80 x 45 x 45 / 2500 = 64,8 watt. Ini adalah rumus untuk lampu konvensional, kalo pake HPL maka cukup pake sepertiganya yaitu 64,8/3 = 21,6 watt. Dari rumus ini  nampak benar bahwa lampu HPL lebih hemat dibanding konvensional atau neon. Tapi dari rumus kalkulator LED di atas, kelihatannya beda tipis penghematan daya-nya antara LED dengan konvensional. Bagaimana menurut agan sendiri? saya sebagai newbie jadi bingung nich…… yang mana yang bener?

    1. Pertama, saya mau menjelaskan bahwa metode atau teori menentukan watt dengan menggunakan dimensi akuarium itu sudah lama ditinggalkan, alasannya adalah teori tersebut tidak akurat dan saat ini (sebetulnya sudah lama juga) ada metode yang lebih baik, lebih akurat dalam menentukan kebutuhan pencahaayan tanaman dalam aquascape. Yaitu patokannya tidak lagi Watt, tetapi PAR. Bahkan, kedepannya mungkin PAR juga gak akan dipake lagi klo misalnya sudah ada alat yang bisa mengukur PUR. Kabarnya alat ini sudah ada, tetapi harganya masih terbilang mahal sehingga mungkin hanya beberapa komunitas saja yang punya dan itu pun dipake bareng2. Semua penjelasan tentang hal ini, termasuk PAR dan PUR bisa Anda temukan di artikel berikut http://jurnalaquascape.com/kupas-tuntas-pencahayaan-aquascape/

      Kedua, dari contoh kasus agan, klo patokannya PAR, saya kira 20-25 watt untuk akuarium 80 cm itu masuknya setingan low atau mungkin bahkan tidak cukup. Idealnya, untuk akuarium 60 cm saja, berdasarkan perhitungan dengan berpatokan pada nilai PAR, watt yang diperlukan menggunakan lampu LED adalah 36-40 watt. Nah, sekarang dibalik, dengan patokan nilai PAR yang sama, apakah lampu neon atau lampu konvensional membutuhkan daya yang sama dengan lampu LED? Contoh: Untuk akuarium 60 cm, daya lampu LED yang diperlukan adalah 36 watt untuk mencapai nilai PAR yang sesuai, klo lampu konvensional mungkin akan butuh lebih dari 40 watt untuk ngejar efek yang sama.

      Kesimpulannya, klo mau pakai kalkulator di atas, maka mau tidak mau kita harus meninggalkan aturan watt/liter atau watt/galon. Yang dipakai atau menjadi acuan adalah nilai PAR dan untuk mencapai nilai PAR yang sesuai, daya yang diperlukan oleh lampu LED lebih rendah dibandingkan daya yang diperlukan oleh lampu konvensional.

  5. salam aquascape sebelumnya boss

    saya mau nanya berapa volt output driver yang digunakan untuk diy lampu led 19 watt (1 watt x 19 lampu) dengan hpl 1 watt, tegangan 3,0-3,8 v.

    terima kasih sebelumnya boss

    1. Klo untuk menentukan filter, setau saya cuma perlu menyesuaikan dengan volume akuarium. Volume akuarium bisa dihitung dengan rumus (p x l x t) / 1000 (klo bentuknya persegi panjang dan diukur dalam satuan cm) dan kapasitas filter yang dipake minimal 2 kali volume akuarium.

      Contoh: Saya punya akuarium dengan dimensi 80 x 40 x 40, berarti volumenya 128 liter. Kapasitas minimal filter yang dipakai adalah 128 x 2 = 256 liter/jam. Istilah yang lebih tepat menurut saya bukan kapasitas, tetapi debit. Setiap filter akuarium yang dijual biasanya disertai keterangan debit.

      Akuarium 80 x 40 x 40 cm saya dulu bahkan pake filter Atman HF-0600 dengan spesifikasi debit 650 liter/jam.

  6. Mas anggri.

    kalo ukuran aquarium saya P 70cm x L 30cm x T 35cm untuk low ligt brp watt dan medium brp watt ya? dan aturan untuk normal light, semi growlight dan full growlight nya bagaimana? saya sudah download filenya tapi ga ada untuk ukuran aquarium saya 🙂

    mohon bantuannya mas.. makasih

  7. Bang thank saya ukuranya 80x40x40 kalau mau seting degan low high dan ligh hight dengan 4 row itu berapa watt?dan jumlah lampu LED hpl nya berapa ya bang,tolong di bantu bang.mks

  8. Bang kalau tank saya ukuran 80x40x40 kalau di seting dengan low right dan high light dengan 4 row,itu berapa watt bang.dan jumlah LED hpl nya berapa? Tolong di bantu bang?mks,dan kalau 2 row berapa bang

  9. Maf gan mau tanya.. Saya punya aquarium 40 cm dan saya mengunakan dua row.. Ternyata setelah di hitung pakai kalkulator led butuh 11 emitter tiap row.. Nah setelah saya coba pakai space 2,5 cm emitter tidak cukup cuma muat 8 emitter.. Mohon solusiny agar tiap row muat 11 emiter.. Trimakasih gan

  10. permisi gan, saya uda download table calculator nya. tapi ketika saya coba di excel 2013 kenapa hasil nya tidak sesuai, padahal saya sudah masukan angka sama seperti di atas, terimakasih..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *