Aquascape Bergaya Alami (Nature Aquarium Style)

Sesuai janji, artikel ini merupakan lanjutan dari postingan “Berbagai Jenis Gaya Aquascape” yang menjelaskan secara singkat berbagai jenis gaya/style/aliran yang cukup populer dalam Aquascape. Pada kesempatan kali ini saya ingin membahas sedikit lebih detail mengenai Aquascape Bergaya Alami (Nature Aquarium Style). Simak penjelasannya di bawah ini…

Aquascape Bergaya Alami (Nature Aquarium Style) adalah salah satu dari dua gaya/aliran utama yang mendominasi dunia aquascaping hingga saai ini. Konsep ini telah lama diperkenalkan oleh Takashi Amano pada tahun 1990. Nature Aquarium Style memiliki ciri dengan menghadirkan layout pemandangan yang tumbuh secara alami dan terisinspirasi dari konsep berkebun Wabi Sabi di Jepang. Gaya ini ditandai dengan memperhatikan keselarasan dan pengelompokan batu, kayu apung dan tanaman air dalam rangka menciptakan representasi miniatur air dari sebuah landscape lingkungan tertentu. Pada beberapa kasus atau contoh, aquascapes Nature Aquarium menggambarkan versi skala kecil dari hutan hujan, pegunungan, bukit atau lembah. Berikut contoh Aquascape dengan konsep Nature Aquarium Style.

Aquascape Bergaya Alami
Aquascape Bergaya Alami

A. Karateristik dari Aquascape Bergaya Alami

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, Aquascape bergaya alami memiliki ciri layout sebuah pemandangan yang tumbuh secara alami ataupun sebuah landscape dari lingkungan tertentu di alam bebas. Meskipun penampilan umum dari Aquascape bergaya alami ini tampak seperti tidak direncanakan ataupun layout yang ada terkesan terbentuk seperti itu dengan sendirinya, nyatanya untuk membuat Aquascape bergaya ini memerlukan perencanaan yang matang dan itu bukan merupakan proses yang singkat. Anda terlebih dahulu harus menentukan konsep ataupun tema dari Aquascape Anda untuk mendapatkan gambaran akan seperti apa Aquascape bergaya alami Anda nantinya. Untuk membuat Aquascape bergaya ini perlu dua aspek yang harus Anda wujudkan. Pertama adalah pada tahap konsep sampai dengan desain, kedua adalah pada tahap setup atau pelaksanannya. Kedua aspek itu harus terealisasi agar menghasilkan sebuah karya yang baik. Hal yang harus diperhatikan pada Aquascape bergaya alami ini adalah biasanya dibuat dengan satu POI atau satu titik fokus. Titik fokus bisa berupa apapun entah itu sebuah bukit kecil, pohon, ataupun sebuah tebing yang dibentuk menggunakan hardscape (batu) atau bisa juga Anda menggunakan seluruh bagian akurium sebagai titik fokus. Titik fokus adalah pusat perhatian ketika orang melihat Aquascape Anda. Fokuskan perhatian orang pada objek dan desain yang menarik dalam akuarium Anda.

B. Komposisi Dasar pada Aquascape Bergaya Alami

Pada dasarnya, tidak terlalu sulit untuk membuat Aquascape bergaya alami. Yang harus Anda lakukan adalah memilih substrate yang baik bagi tanaman, memilih tanaman secara hati-hati dengan terlebih dahulu mengenali karakteristik dari tanaman tersebut, pemilihan peralatan utama atau pun pendukung yang tepat. Selain merupakan sebuah hobi, Aquascape bisa dijadikan sebuah investasi. Tidak jarang Aquascape yang indah dan mempesona akan mendapatkan tawaran dengan harga yang tinggi jika Anda bermaksud menjualnya, bahkan Anda bisa mendapatkan keuntungan 100% lebih dalam penjualan 1 paket Aquascape yang sudah jadi.

Masih kaitannya dengan Aquascape bergaya alami, ada 3 kontruksi umum yang bisa Anda jadikan referensi dalam membuat Aquascape bergaya alami, diantaranya:

  1. Bentuk Cekung (The Concave Shape)
    Posisi dan tinggi tanaman menurun hingga mencapai titik fokus tertentu. Efek yang ditimbulkan dari kontruksi seperti ini adalah menampilkan kesan ruang terbuka pada bagian tengah ataupun kedalaman dari sebuah bidang yang biasa disebut Dept Of Field (DOF). Kontruksi seperti ini juga biasanya dibuat dengan desain sebuah jalan, lebar jalan yang terus mengecil ke area belakang akuarium akan menimbulkan perspektif objek yang semakin jauh. Contoh
    nya seperti di bawah ini :
  2. Bentuk Cembung (The Convex Shape)
    Kontruksi seperti ini fokus untuk menampilkan objek di bagian tengah, sudah jelas bahwa titik fokus yang dipilih pada kontruksi ini terletak di bagian tengah. Anda bisa menggunakan kontruksi seperti ini untuk menggambarkan sebuah pulau ataupun bukit yang disekelilingnya hanya dataran rendah biasa, oleh karena itu tanaman di sisi kiri dan kanan biasanya di pangkas lebih rendah dibandingkan dengan tanaman yang di tengah.

    Aquascape Bergaya Alami
    Kontruksi Cembung pada Aquascape Bergaya Alami
  3. Bentuk Segitiga (The Triangle Shape)
    Kontruksi segitiga fokus pada keseimbangan secara visual, ketinggian tanaman ataupun hardscape yang digunakan diatur sedemikian rupa dengan tinggi yang berjenjang dari satu sisi ke sisi yang lain.

    Aquascape Bergaya Alami
    Kontruksi Segitiga pada Aquascape Bergaya Alami


 

C. Rekomendasi Tanaman Untuk Aquascape Bergaya Alami

Pemilihian tanaman air untuk Aquascape bergaya ini sangatlah penting. Berbeda dengan Aquascape bergaya Belanda, pada Aquascape bergaya alami memungkinkan kita untuk mengggunakan tanaman dari spesies yang sama dalam akuarium yang sama pula. Biasanya latar belakang pemilihan tanaman didasarkan pada kemiripan dengan tanaman yang ditemukan diluar. Contoh, Anda bermaksud untuk menciptakan sebuah landscape yang didominasi pepohonan maka Anda bisa menggunakan berbagai jenis moss yang ditempelkan pada sebuah batang kayu untuk menciptakan kesan pepohonan. Gunakan tanaman yang tidak terlalu menuntut dalam hal pencahayaan dan tanaman yang dapat tumbuh dengan cukup cepat. Tanaman yang sering digunakan pada Aquascape bergaya alami ini. Beberapa diantaranya adalah :

  • Berbagai jenis tanaman carpet seperti : Glossotigma, HairGrass, Riccia Fluitans, Echinodorus Tenellus, HC Cuba, Sagitaria Subulata, Elatine Hydropiper, monte carlo, baby tears.
  • Berbagai macam tanaman pakis seperti : Java Fern, Windelove, dll
  • Berbagai macam moss : Fissiden, Christmas moss, Flame moss, Erect moss, Java moss, Minipelia, Spiky moss, Peacock moss, Weeping dll.

Untuk membantu Anda dalam mengenali berbagai jenis tanaman air tawar yang sering digunakan dalam Aquascape silahkan kunjungi halaman “ENSIKLOPEDIA Aquascape”.

D. Rekomendasi Ikan Untuk Aquascape Bergaya Alami

Pemilihan ikan untuk Aquascape bergaya alami sama pentingnya seperti pemilihan tanaman. Beberapa aspek yang menjadi pertimbangan dalam pemilihan ikan adalah :

  • Perilaku Ikan : Pilihlah ikan yang tidak bersifat merusak atau ikan yang suka memakan tanaman seperti hal nya ikan koki. Jangan pernah memasukan ikan koki pada Aquascape Anda.
  • Cara Hidup : Pilihlah ikan yang hidup secara berkelompok, ikan jenis ini selalu bergerombol atau biasa disebut schooling fish sehingga Anda perlu memasukkan ikan dalam jumlah yang cukup banyak (minimal 10 ekor) dengan spesies yang sama.
  • Ukuran : Gunakanlah ikan dengan ukuran yang relatif kecil untuk tetap menjaga skala dari lingkungan yang hendak Anda bentuk dalam Aquascape. Bayangkan jika Anda sudah membuat pepohonan yang kecil dalam akuarium dan Anda menggunakan Discus sebagai ikan…hehe kacau!
  • Bentuk : Bentuk sebetulnya tidak terlalu penting dalam hal ini mengingat bentuk ikan kan gitu-gitu aja ya?
  • Warna : Gunakan ikan dengan warna yang menarik atau unik. Kalau dalam bahasa sunda ada ikan yang disebut “Impun” (Ikan Teri Nasi) yang biasnya hidup di selokan atapun empang. Ikan tersebut sudah memenuhi kriteria di atas tapi dalam hal warna ikan itu kurang menarik!

Contoh ikan yang memenuhi semua kriteria di atas diantaranya : Neon Tetra, Red Neon Tetra, Cardinal, Rasbora, Guppy dan masih banyak lagi. Apakah kita bisa menggunakan ikan cupang? Secara teknis bisa saja namun cupang bukan termasuk ikan yang bergerombol, cupang lebih bersifat solitaire atau bahkan teritory dan juga ukuran ikan cupang terlalu besar untuk Aquascape pada umumnya dan Aquascape bergaya alami kususnya.

aquascape bergaya alami
Neon Tetra

E. Peralatan Yang Digunakan

Peralatan yang digunakan tidak jauh berbeda dengan peralatan aquscape pada umumnya. Jika Aquascape Anda didominasi tanaman yang membutuhkan tingkat pencahayaan yang tinggi maka wajib bagi Anda menggunakan lampu dengan intensitas cahaya tinggi, selain itu yang wajib Anda persiapkan adalah CO2 kits entah itu versi DIY ataupun menggunakan tabung. Peralatan lain yang harus Anda siapkan adalah Filter, Chiller (jika diperlukan), sejumlah test kit seperti alat tes parameter air (meliputi pH, GH, KH, TDS), CO2 drop cheker, thermometer dan terakhir yang paling penting adalah komponen perawatan termasuk pupuk untuk melengkapi kebutuhan nutrisi tanaman.

F. Tingkat Kesulitan Perawatan

Jika Anda sudah membaca artikel tentang “Perawatan Aquascape” maka tidak terlalu sulit dalam merawat Aquascape bergaya alami. Terbentuknya ekosistem hingga tercapainya keseimbangan biasanya memerlukan proses yang cukup panjang (2 – 3 bulan). Seiring pertumbuhannya, ada kalanya Anda perlu memangkas tanaman yang tumbuh terlalu panjang untuk tetap mempertahankan bentuk layout dari Aquascape yang Anda buat. Masalah lain yang juga sering muncul pada Aquascape bergaya alami adalah Algae, Anda perlu mengendalikan pertumbuhan algae dalam akuarium karena Aquascape bergaya alami ini memungkinkan kita untuk menggunakan berbagai jenis spesis tanaman. Semakin banyak tanaman dalam akuarium maka resiko munculnya algae semakin besar.

Source : AquascapingLove

3 thoughts on “Aquascape Bergaya Alami (Nature Aquarium Style)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *