Alat dan Bahan Aquascape (Part 1)

Kali ini saya akan coba menjelaskan apa saja alat dan bahan yang diperlukan untuk membuat Aquascape. Saya akan membaginya menjadi 2 kategori secara garis besar, yaitu Alat dan Bahan. Alat merupakan barang yang sebagian besar mempunyai fungsi mekanis dan dalam hal ini alat-alat yang Anda butuhkan untuk membuat Aquascape adalah :

  • Alat (Equipment)

  1. setup aquascape
    Contoh akuarium yang saya gunakan adalah ukuran 80x40x40 cm

    Akuarium(*) : Anda bisa memulainya pada akuarium dengan ukuran panjang 40-60 cm, tinggi 30-40 cm dan lebar  30-35. Ini merupakan dimensi (minimal) akuarium yang umum dipakai untuk Aquascape dan bukan berarti Anda tidak boleh menggunakan ukuran akuarium diluar itu. Perlu diperhatikan bahwa semakin kecil ukuran akuarium maka secara teori ekosistem akan sulit terbentuk dan parameter penting lainnya sulit terjaga seperti PH air dan lain-lain. Hal itu disebabkan karena akuarium dengan ukuran yang kecil akan mudah sekali dipengaruhi oleh kondisi sekitar. Perubahaan suhu akan sangat mempengaruhi akuarium berukuran kecil jika dibandingkan dengan akuarium yang lebih besar. Oleh karena itu, saya sarankan untuk menggunakan akuarium dengan ukuran (minimal) yang disebukan tadi. Akuarium kecil akrab dengan istilah nano tank dan banyak juga para expert dibidang Aquascape yang berhasil membuat Aquascape di akuarium nano. Sedikit tambahan, untuk menekan biaya Anda bisa memesan akuarium dengan ukuran yang Anda inginkan ditempat penjualan kaca atau tempat yang biasa menerima orderan akuarium karena itu akan jauh lebih murah dibandingkan dengan membeli akuarium yang sudah jadi + bermerek. Jangan lupa alasi akuarium dengan styrofoam atau bahan lunak lainnya sebelum diletakan di atas meja atau cabinet.

  2. alat dan bahan aquascape
    Hanging Filter (HOB Filter)

    Filter(*) : Filter menjadi komponen yang wajib di dalam Aquascape. Filter bertugas untuk menyaring air didalam akuarium. Filter bekerja dengan sistem treatment cycling, artinya alat ini akan menyaring air beserta kotorannya dan mengalirkannya kembali ke dalam akuarium dengan kondisi air yang sudah bersih. Tanpa filter Aquascape Anda akan sangat kotor dan akhirnya mempengaruhi ekosistem didalamnya. terdapat beberapa jenis filter yang bisa digunakan termasuk undergravel filter, namun filter yang umum digunakan untuk Aquascape ada 2 jenis, yaitu hanging filter atau HOB filter seperti yang nampak pada gambar dan kedua adalah jenis canister atau biasa disebut external filter dengan spesifikasi volume air yang dapat di treatment lebih besar dibandingkan dengan hanging filter, tetapi secara umum cara kerjanya sama. Jika Anda menggunakan akuarium yang cukup besar maka penggunaan filter berjenis canister sangat diperlukan untuk dapat mengelola air dalam jumlah yang besar.

  3. alat dan bahan aquascape
    Lampu jenis CFL

    Lampu(*) : Dalam Aquascape, lampu berperan sebagai pengganti cahaya matahari. Tanpa cahaya, tanaman Anda tidak akan berfotosintesis dengan baik dimana sama-sama kita tahu bahwa fotosintesis merupakan proses penting dari pertumbuhan tanaman, ketika proses fotosintesis tidak dapat berjalan dengan baik maka pertumbuhan tanaman itu sendiri akan terganggu atau bahkan mati. Banyak jenis lampu yang bisa digunakan dalam Aquascape termasuk LED namun saya tidak akan membahasnya disini. Gambar tersebut merupakan lampu yang saya gunakan pada saat itu sebelum beralih ke LED. Penjelasan mengenai lampu ini berkaitan dengan aturan pencahayaan untuk Aquascape dan itu akan saya bahas di postingan yang lain secara detail.

  4. alat dan bahan aquascape
    Tabung CO2 dari bahan Aluminium

    CO2(*) : Masih ingat dengan prinsip dari proses fotosintesis tanaman? Dibangku sekolah pasti diajarkan tentang proses fotosintesis. Fotosintesis adalah suatu proses pembuatan makanan oleh tumbuhan dengan menggunakan cahaya matahari, air, dan karbon dioksida. Ketiga elemen itu harus kita lengkapi agar tanaman  terus mendapat pasokan makanannya di dalam akuarium. Mahluk hidup seperti manusia dan hewan pun jika tidak mendapatkan asupan makanan maka akan mati. Tanaman tidak seperti manusia dan hewan, dalam proses pertumbuhannya mereka memerlukan CO2 dan akan menghasilkan gas O2 sedangkan kita dan hewan sebaliknya, memerlukan O2 dan akan menghasilkan gas CO2. Di alam bebas, tanaman akan dengan mudah mendapat asupan CO2 dari daun-daun yang membusuk, hasil samping dari pembakaran bahan bakar fosil, sampah atau material organik lainnya yang sudah membusuk dan teruraikan oleh bakteri. Di dalam akuarium, tanaman tidak akan mendapatkan CO2 dengan mudah, oleh karena itu demi keberlangsungan hidup tanaman itu sendiri kita perlu memasok CO2 secara manual ke dalam akuarium. Gambar tersebut merupakan tabung CO2 berbahan aluminium yang dibuat oleh produk ternama, tentu saja harganya pun mahal menurut saya 😀 . Ada alternatif lain bagi Anda yang ingin tetap berhemat yaitu dengan ber DIY ria membuat reaktor CO2 sendiri (ini akan dibahas pada postingan tersendiri) atau bisa juga membeli tabung tanpa merek, mudah didapatkan dan Anda tinggal isi ulang jika gas CO2 nya sudah habis. Terakhir, CO2 merupakan komponen yang wajib menurut saya meskipun nyatanya ada beberapa jenis tanaman seperti moss yang bisa tetap hidup tanpa pasokan CO2 secara manual. Meskipun begitu, saya sarankan untuk memasukan CO2 ini kedalam kategori yang wajib jika Anda akan membuat Aquascape.

  5. alat dan bahan aquascape
    Drop Cheker CO2 Indicator

    CO2 Indicator(**) : CO2 Indicator merupakan komponen yang saya sarankan terutama bagi pemula seperti kita. CO2 indicator berfungsi untuk menguji atau mengecek kandungan CO2 terlarut di dalam air. Komponen yang satu ini menjadi penting mengingat kadar dari CO2 terlarut di air haruslah tepat, tidak boleh berlebih dan tidak boleh juga kurang. Alat ini akan memberitahu kita mengenai kadar CO2 terlarut dengan kode indikasi warna. Jika cairannya berwarna biru maka dikatakan CO2 dibawah ambang batas (kurang), warna hijau mengindikasikan kadar CO2 terlarut tepat, sedangkan warna kuning menandakan kadar CO2 terlarut berlebih. Setelah kita mengetahui kode indikasi dari alat ini maka kita akan tau apa yang perlu dilakukan agar ekosistem di dalam akuarium tetap berlangsung dengan baik. Catatan penting, kelebihan CO2 akan berpengaruh terutama pada ikan yang ada di dalam akuarium karena secara otomatis ketika hal itu terjadi kandungan oksigen akan semakin sedikit, seperti halnya manusia ketika kekurangan gas oksigen ikan pun akan mengalami hal yang sama dan berujung pada kematian. Sedangkan kekurangan gas CO2 akan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman itu sendiri. Para expert di bidang Aquascape memang tidak selalu menggunakan alat ini untuk mengetahui kadar CO2 terlarut karena mungkin mereka sudah tau kadar CO2 yang ada di dalam tank tanpa menggunakan alat bantu seperti ini.

  6. alat dan bahan aquascape
    CO2 Diffuser

    CO2 Diffuser(**) : Alat ini masih merupakan bagian dari komponen CO2 System. Diffuser berfungsi untuk memecah gelembung dari gas CO2 menjadi partikel yang lebih halus sehingga akan mempercepat proses pelarutan gas itu sendiri di dalam air. Diffuser yang ada pada gambar tersebut merupakan diffuser yang sudah menyatu dengan bubble counter. Ada banyak jenis CO2 diffuser yang beredar dipasaran mulai dari diffuser tunggal atau yang menyatu dengan bubble counter. Perlu diperhatikan bahwa CO2 diffuser berbahan keramik dengan lubang pori yang sangat kecil memerlukan CO2 dengan system tabung (bukan CO2 DIY menggunakan botol plastik) dalam pengoprasiannya. Jika diffuser berjenis keramik di aplikasikan dengan menggunakan CO2 DIY, biasanya gas CO2 tidak akan keluar karena tekanan gas dari botol plastik hasil DIY rendah sehingga aliran gas akan terhenti pada diffuser tersebut dan tidak mampu menembus lubang pori keramik yang sangat kecil, solusinya jika Anda menggunakan CO2 DIY maka disarankan menggunakan air stone sebagai alternatif pengganti diffuser dan juga harganya lebih murah. Bagi Anda yang pernah memelihara ikan di akuarium dan pernah menggunakan air stone pada aerator atau istilah awamnya batu pori maka prinsip kerjanya sama dengan diffuser. Sangat tidak disarankan jika Anda terus memaksa menggunakan diffuser keramik dengan sistem CO2 DIY, maka yang akan terjadi adalah botol menggembung karena tidak kuat menahan tekanan dan akhirnya pecah.

  7. alat dan bahan aquascape
    Bubble Counter

    Bubble Counter(**) : Sama halnya dengan diffuser, Bubble Counter masih bagian dari Sistem CO2. Alat ini merupakan alat indikator seperti CO2 indicator. Jika CO2 indicator seperti yang sudah dijelaskan diatas untuk mengindikasikan kadar CO2 terlarut didalam air, maka bubble counter digunakan sebagai indikasi (tanda) seberapa banyak CO2 yang akan kita supply ke dalam akuarium yang dinyatakan dalam satuan bps. Jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia maka artinya adalah penghitung gelembung dalam hal ini gelembung dari gas CO2. Gas CO2 yang keluar dari tabung melalui selang akan dialirkan kedalam bubble counter ini sebelum diteruskan ke dalam akuarium, (lihat gambar) terdapat dua buah lubang yang kita beri nama input dan output. lubang input langsung terhubung dengan selang CO2 dari tabung sedangkan lubang output digunakan untuk mengalirkan gas CO2 ke dalam akuarium. Cara kerjanya, bubble counter sebelumnya harus diisi air sampai selang input nya terendam atau isi saja air sampai setengah dari botol bubble counter. Gas CO2 yang masuk melalui selang input akan mengasilkan gelembung, gelembung itulah yang akan dihitung. Perhitungan dari bubble counter ini sudah dijadikan satuan baku di kalangan scaper. 1 bps artinya 1 bubble per second, 2 bps,3 bps dan seterusnya. Kebutuhan tanaman akan gas CO2 memang berbeda tiap jenisnya tetapi secara umum gas CO2 yang disarankan adalah sekitar 2-3 bps.

  8. alat dan bahan aquascape
    Check Valve

    Check Valve(**) : Adalah alat yang berperan sebagai penyearah arus atau dalam hal ini aliran gas CO2 dari tabung ke dalam akuarium. Ketika aliran gas CO2 ke dalam akuarium kita hentikan biasanya air yang ada di dalam akuarium terhisap ke dalam selang CO2 sehingga untuk mengatasi hal itu diperlukan penggunaan alat ini. Check Valve secara umum memang sudah dikenal dalam sistem pipa yaitu agar aliran air tidak berbalik (satu arah). Check Valve untuk Aquascape ada dua jenis dilihat dari bahannya, ada yang berbahan plastik ada juga yang berbahan stainless seperti yang ada pada gambar. Tidak ada perbedaan yang berarti antara keduanya namun check valve berbahan stainless efektifitasnya lebih tinggi dan juga awet, ketika saya menggunakan yang berbahan plastik kadang air tetap terhisap ke dalam selang sehingga kurang efektif. Arah panah yang ada pada gambar menandakan arah arus yang harus diperhatikan agar pemsangannya tidak terbalik.

  9. Selang Silikon(*) : Sederhana, alat ini digunakan untuk mengalirkan gas CO2 dari tabung ke dalam akuarium. Biasanya berbahan silikon dan lentur dengan diameter sekitar 5mm kalo tidak salah. Anda bisa menggunakan selang berbahan apapun selama itu lentur dan diameternya cocok dengan lubang regulator tabung Anda, murah dan mudah didapatkan.
    alat dan bahan aquascape
    Silicon Tube (Selang Silikon)

     

  10. alat dan bahan aquascape
    Thermometer Celup

    Thermometer(**) : Kenapa kita perlu menggunakan thermometer? Tidak perlu dijelaskan lagi yaaa fungsi dari alat ini 😀 . Saya sarankan menggunakan thermometer untuk memantau temperatur air di dalam akurium. Apakah itu penting? Ya! Dalam Aquascape, suhu menjadi faktor yang harus diperhatikan karena Anda harus mulai memperhatikan kebutuhan tanaman akan suhu itu sendiri. Ada tanaman yang bisa hidup di iklim tropis atau panas ada juga tanaman yang harus hidup di suhu yang rendah, semua itu harus Anda ketahui sebelum membeli tanaman. Secara umum suhu yang disarankan untuk Aquascape berkisar 23-27 derajar celcius. Thermometer yang digunakan adalah thermometer celup yang harus Anda tempatkan/tempelkan di kaca bagian dalam akuarium, ada juga thermometer digital yang lebih mudah dalam pembacaannya. Diharapkan setelah Anda menggunakan alat ini dan menemukan bahwa suhu air lebih dari 27 derajat celcius maka diperlukan penggunaan chiller (kipas) untuk menurunkan suhunya, terutama mungkin bagi Anda yang tinggal di jakarta…hehe berhubung saya tinggal di daerah pegunungan maka saya tidak pernah menggunakan kipas, suhu selalu terjaga antara 24-25o.

    alat dan bahan aquascape
    Klik Untuk Memperbesar Gambar

     

  11. alat dan bahan aquascape
    Digital Timer

    Timer(**) : Alat ini memang tidak wajib namun akan sangat membantu untuk mengatur lamanya pencahayaan akuarium Anda. Berapa lama lampu akan Anda nyalakan sehingga Anda tidak perlu lagi menghidupkan dan mematikan lampu secara manual, tinggal atur saja timer nya maka pencahayaan akan selalu terkendali dan juga konstan. Jika Anda mengatur pencahayaan setiap harinya 8 jam maka setiap hari akan seperti itu sedangkan jika kita hidup/matikan secara manual kadang lebih atau kurang dari durasi 8 jam. Timer yang digunakan ada dua jenis, analog dan digital. timer analog biasanya hanya bisa di setting satu hari saja sehingga untuk hari selanjutnya Anda perlu melakukan pengaturan lagi, sedangkan timer digital bisa di setting per minggu, per bulan atau setiap hari sehingga Anda tidak perlu lagi melakukan pengaturan.

 

Keterangan :

(*)   : Wajib
(**) : Disarankan

Penutup, mohon maaf, Meskipun judulnya “alat dan bahan Aquascape”, namun untuk bahan saya akan bahas di postingan lain “Bahan Aquascape” karena terlalu panjang. Mohon maaf juga untuk para suhu Aquascape, penjelasan saya mungkin terlalu panjang + berbelit-belit  bagi om dan tante, tapi untuk para pemula ini akan sangat membantu. Lanjut ke Part 2!

5 thoughts on “Alat dan Bahan Aquascape (Part 1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *