Air Akuarium Berkabut (Cloudy Water)

Fenomena air keruh berkabut (cloudy water) sering terjadi pada Aquascape yang baru di setup atau dikenal dengan istilah “New Tank Syndrome”. Cloudy water disebabkan oleh banyak faktor dan tidak selalu sama antara akuarium yang satu dengan yang lainnya. Tidak menutup kemungkinan juga fenomena ini terjadi pada tank yang sudah cukup berumur atau mature.
Cloudy Water

Secara umum ada 3 penyebab terjadinya cloudy water (air keruh berkabut) ini, diantaranya :

  1. Bahan organik berlebih di dalam akuarium yang akhirnya mengakibatkan “Bacterial Bloom”.
  2. Substrate berupa pasir atau kerikil yang tidak dibersihkan dengan benar ketika di masukan ke dalam tank.
  3. Kandungan mineral berlebih dalam Aquarium yang bisa berasal dari sumber air yang digunakan.

Anda tidak perlu khawatir karena masalah air berkabut atau cloudy water ini bisa diatasi dengan sedikit ketelitian tentunya dan kita perlu mengetahui terlebih dahulu penyebabnya.

Menentukan Penyebab Air Akuarium Berkabut

Kunci utama saat berurusan dengan air akurium berkabut (cloudy water) adalah mengetahui dengan pasti kapan tepatnya hal itu terjadi. Ketika air di akuarium berkabut, Anda harus memperhatikan apa saja yang terjadi setelah itu. Ini penting untuk mengetahui penyebab pasti dari air akuarium berkabut karena banyak sekali hal yang bisa mengakibatkan air berkabut.

Contoh Kasus 1 : Jika air akuarium Anda berkabut (cloudy water) sesaat setelah setup maka besar kemungkinan itu diakibatkan dari sedimentasi substrate. Terutama ketika Anda menggunakan substrate berupa pasir atau kerikil. Air berkabut bisa diakibatkan ketika Anda tidak mencucui substrate hingga bersih sebelum digunakan.

Meskipun pasir atau kerikil sudah dicuci sebetulnya air keruh ini masih mungkin terjadi dan itu wajar karena  bahan sedimen/partikel halus dari substrate belum mengendap secara sempurna sehingga Anda perlu menunggu beberapa hari untuk proses ini. Pada tahap ini sirkulasi dan sistem filtrasi air harus sudah dijalankan.

Contoh Kasus 1 : Jika air akuarium Anda berkabut pada tahap awal mengisi air ataupun setelah Anda melakukan water change maka itu bisa disebabkan dari sumber air yang tidak bersih sehingga Anda perlu memastikan bahwa air yang Anda gunakan bersih dan tidak mengandung banyak material sedimen atau partikel yang tidak mudah larut dalam air.

Baca Juga : “Perawatan Aquascape”

Contoh Kasus 2 : Jika air akuarium Anda berkabut setelah beberapa minggu setup dan setelah ikan dan makanannya di tambahkan besar kemungkinan penyebab air akuarium berkabut (cloudy water) adalah terjadinya ledakan populasi bakteri atau biasa disebut “bacterial bloom”. Bacterial bloom diakibatkan dari menumpuknya bahan organik di dalam air yang akhirnya terakumulasi dan memicu pertumbuhan bakteri secara tidak terkendali.

Baca Juga : Fungsi Bakteri Dalam Aquascape

Contoh Kasus 3 : Jika air akuarium Anda berkabut setelah dilakukannya pemebersihan tank, filter ataupun substrate maka bisa saja diakibatkan dari bahan organik yang di rilis ke dalam air. Bahan organik yang sebelumnya tersimpan rapat pada bagian substrate akan mudah dirilis ketika ada pembersihan (terutama pembersihan substrate dengan cara mengaduknya) dan pada beberapa kasus ini bisa mengakibatkan air akuarium berkabut. Ketika kandungan bahan organik berlebih di dalam akurium maka bisa memicu ledakan populasi bakteri atau biasa disebut “bacterial bloom”.

Penyebab Umum Air Akuarium Berkabut

Di atas sudah dijelaskan beberapa kemungkinan penyebab dari masalah ini namun ada penyebab umum yang sering terjadi dan biasanya terjadi pada akuarium air tawar termasuk Aquascape. Masalah air berkabut pada akuarium air tawar lebih sering disebabkan oleh ledakan populasi bakteri (bacterial bloom). Ini terjadi ketika akuarium anda kelebihan bahan organik terlarut.

Bahan organik bisa berasal dari limbah kotoran/hasil buangan ikan, sisa pakan ikan yang membusuk, pembusukan tanaman yang mati, pembusukan ikan ataupun jasad renik lainnya. Bahan organik juga justru dapat berasal dari air yang Anda gunakan tanpa disadari. Oleh karena itu, Anda perlu merawat akuarium dengan melakukan pembersihan secara berkala baik itu mengganti air sebagian ataupun membersihkan media filter.

Bakteri Heterotrofik (Heterotrophic Bacteria)

Secara alami, bakteri heterotrofik dapat tumbuh dan berkembang biak di dalam akuarium dan bakteri jenis ini pun memang hidup di habitat perairan di alam bebas. Bakteri heterotorfik sangat fleksibel dan dapat tumbuh serta berkembang dengan sangat cepat.

Bakteri ini dapat hidup di kondisi kaya oksigen ataupun ketika kandungan oksigen sangat minim bahkan mereka mampu hidup di lingkungan tanpa oksigen. Bakteri heterotrofik ini biasanya hidup dan berkembang di lapisan substrate dan di kolom air itu sendiri. Dalam jumlah tertentu bakteri ini masih bermanfaat yaitu untuk memecah dan mengurai zat beracun hasil buangan dari ikan serta pakan ikan namun jika perkembangannya tak terkendali maka bisa menyebabkan ledakan populasi bakteri sehingga menjadi salah satu penyebab air akurium keruh berkabut (cloudy water).

Ketika hal ini terjadi, mengganti air baik itu sebagain ataupun secara keseluruhan bukanlah solusi yang tepat karena besar kemungkinan bacterial bloom kembali terjadi. Bacterial bloom dapat mengkonsumsi oksigen dalam jumlah besar serta akan meningkatkan kandungan amonia di dalam tank. Dalam jangka pendek mungkin dengan mengganti air akan membantu namun solusi ini bukan untuk jangka panjang. Anda tetap perlu memperhatikan bahan organik di dalam tank dan mengurangi kadarnya secara perlahan hingga keadaan menjadi stabil.

Solusi Untuk Air Akuarium Berkabut

Cara terbaik dalam mengatasi masalah ini adalah dengan mengurangi kandungan bahan organik secara perlahan hingga ke batas normal. Cara-cara ini meliputi pencegahan serta penanggulangan yang diantaranya :

  1. Porsi pakan yang Anda berikan harus sesuai dengan jumlah ikan yang Anda pelihara. Anda harus mulai mengetahui seberapa banyak kebutuhan pakan ikan di dalam tangki. Pakan ikan seharusnya habis saat itu juga dan tidak terlalu lama berada/mengapung di dalam air.
  2. Mengeluarkan jasad mati baik itu ikan, keong atapun tanaman air jika ada.
  3. Tanaman yang layu dan ada indikasi mati sebaiknya segera dipotong sebelum membusuk di dalam air.
  4. Melakukan pembersihan secara berkala baik itu membersihkan substrate, media filter ataupun kaca bagian dalam.
  5. Berhati-hatilah ketika membersihkan substrate terutama dengan metode siphon dan jangan sampai Anda megaduk substrae karena bahan organik di dalam substrate akan mudah dirilis dan akhirnya memicu perkembangan bakteri.
  6. Berhati-hati juga ketika membersihkan media filter jangan sampai Anda memusnahkan bakteri anaerob nitrifikasi yang sudah hidup dan berkembang biak pada media filter.

2 thoughts on “Air Akuarium Berkabut (Cloudy Water)

  1. Luigi, valinnanvapaus on yhdyssana ja kouluruoan osalta se on ollut olemassa vasta hyvin vähän aikaa. Se ei siis tosiaan ole mikään oikeus vaan saavutettu "etu". Ja niistähän tässä maassa osataan riidellä. Ja todella, kannatan kyllä aiÃi¤svkuestönkin koulutusta, olisin itsekin asiasta hyvin iloinen. 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *